Angkut Sayur dari Dieng, 10 Tahun Mendistribusi Pangan
Jagad Tani - Di tengah rantai distribusi pangan dari dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, ke Jakarta, peran sopir truk menjadi salah satu kunci kelancaran pasokan. Salah satunya adalah Agung, sopir mobil pengangkut sayur yang telah menjalani profesinya sejak 2016.
“Nama saya Agung,” ujarnya kepada Jagad Tani Jumat pagi (24/04) saat ditemui di sela aktivitas pengiriman sayur di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Baca juga: Gastronomi Menjadi Pintu Gerbang Pariwisata Bumi Nusantara
Selama hampir 10 tahun, ia telah mengangkut berbagai komoditas sayur dari kawasan Dieng, meliputi Wonosobo dan Banjarnegara menuju Jakarta, yang menempuh perjalanan panjang dengan waktu tempuh sekitar 11 jam untuk kecepatan normal.
Dalam satu kali perjalanan, ia biasanya mengangkut hingga 7 ton sayuran. Komoditas yang dibawa pun menyesuaikan dengan kondisi musim panen, mulai dari kol, kentang, hingga cabai. “Kalau lagi musim kol ya bawanya kol, kalau cabai ya cabai,” katanya.
Medan yang dilalui, termasuk tanjakan khas di kawasan dataran tinggi, tidak menjadi hambatan berarti baginya. Sebab setiap hari, Agung selalu membawa pasokan sayuran, bukan hanya ke Jakarta bahkan ke lintas pulau.
"Nggak cuma ke Jakarta, kadang ke Lampung, Palembang, sampai Medan juga. Kalau di kawasan sini (Jabodetabek) kadang ke Bogor (Pasar Induk Kemang), atau ke arah pelabuhan Tanjung Priok," terangnya
Bahkan Agung menceritakan jika teman yang berada di ekspedisi tempatnya bekerja, juga turut mengantarkan hasil panen komoditas pertanian menuju ke arah timur. Mulai dari kota Surabaya hingga kota Mataram yang berada di Pulau Lombok.
"Kalau untuk ke Lombok biasanya, ada yang pengantaran juga, tapi khusus buah, buah salak," terangnya.
Menariknya, Agung mengaku hampir tidak ada ruang kosong bagi bak muatannya selama perjalanan, baik itu saat berangkat maupun ketika pulang.
"Rutenya kalau untuk ke Jakarta di Pasar Induk Kramat Jati, biasanya kita berangkatnya sore atau sehabis maghrib setelah petaninya panen, nanti sampai sini pagi. Siangnya, saat pulang kita mampir dulu ke Bandung untuk pengambilan kotak," tuturnya.
Ia mengungkan jika kotak tersebut, diperuntukan buat pengepakan barang-barang hasil pertanian di daerah Dieng, yang nantinya akan diangkut dan diantarkan lagi ke berbagai wilayah.
"Kotak itu nanti buat mengemasi cabai-cabai yang dipanen sama petani di Dieng," pungkasnya.
Melalui penuturan Agung, hal ini tentu menjadi cerminan betapa pentingnya peranan sopir logistik dalam menjaga stabilitas rantai distribusi pangan dari daerah penghasil ke berbagai wilayah di Indonesia.

