• 28 April 2026

Wonosobo Berpotensi Menjadi Sentra Baru Susu Sapi

uploads/news/2026/04/wonosobo-berpotensi-menjadi-sentra-817809df0c226bc.jpg

Jagad Tani - Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sentra baru sapi perah dan sapi pedaging nasional. Bahkan Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Piala Ketua MPR RI 2026 digelar di daerah dataran tinggi ini.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan bahwa peluang investasi di subsektor peternakan saat ini sangat terbuka lebar, terutama untuk sapi perah dan sapi pedaging.

Baca juga: Vaksin Lokal, Bebaskan Jakarta dari Rabies

“Saya mengundang investasi di bidang peternakan karena jika Anda pelihara sapi perah, susunya pasti laku, sapi pedaging dagingnya pasti laku,” ujar Sudaryono dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (27/04).

Menurutnya, kebutuhan susu nasional terus meningkat dan hampir seluruh sentra peternakan susu saat ini sudah terserap untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sekarang semua sentra peternakan susu terserap untuk kebutuhan MBG. Ini kesempatan baik,” ungkap Wamentan yang juga Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa kebutuhan susu segar dalam negeri masih sangat besar.

“Kebutuhan sapi perah masih cukup besar. Kemampuan hanya 25 persen, ada 75 persen pasar dimungkinkan untuk memenuhi pasar susu segar dalam negeri,” terangnya.

Dijelaskan bila program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan semakin meningkatkan kebutuhan susu nasional, sehingga daerah seperti Wonosobo perlu dipersiapkan menjadi pusat produksi susu segar.

“Saya berharap Wonosobo bisa menjadi sentra pemenuhan susu segar. Diharapkan Wonosobo dalam tahun-tahun mendatang menjadi sentra susu nasional. Perlu ada investasi,” katanya.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, juga menerangkan bahwa produksi daging di Jawa Tengah sudah mendekati 980 ribu ton dan cukup untuk menopang kebutuhan nasional. Namun, produksi susu masih menjadi tantangan tersendiri.

“Yang tidak cukup adalah susu,” ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi Jawa Tengah menurutnya , akan terus mendorong peningkatan populasi sapi perah dan penguatan kesehatan hewan demi menjaga kesehatan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit.

Related News