• 30 April 2026

Keandalan Bertani di Komoditas Daun Bawang

uploads/news/2026/04/keandalan-bertani-di-komoditas-945550e40fb4b5b.jpeg

Jagad Tani - Komoditas daun bawang masih menjadi andalan bagi Isan, seorang petani di kaki Gunung Gede-Pangrango. Ia mengungkapkan, sejak awal menanam hingga kini, daun bawang masih jadi pilihan karena keunggulannya dibanding tanaman lain.

Menurut Isan, salah satu kelebihan utama daun bawang adalah fleksibilitas waktu panen. Ketika harga pasar sedang turun, petani tidak harus segera memanen tanaman tersebut.

Baca juga: Bermetamorfosis, Langkah Sentra Singkong Tajur Majukan Produksi

“Kalau daun bawang, misalnya harga lagi turun, tidak dipanen pun tidak masalah. Tanamannya masih bisa berkembang,” ujarnya kepada Jagad Tani.

Hal ini berbeda dengan komoditas lain seperti wortel ataupun talas yang memiliki masa panen tertentu. Jika sudah waktunya dipanen, petani tidak punya pilihan selain harus segera memanen, terlepas dari kondisi harga di pasar.

Selain itu, Isan juga menilai jika daun bawang lebih hemat dari segi biaya produksi, sebab petani hanya perlu membeli bibit satu kali saja, karena selanjutnya tanaman dapat diperbanyak secara mandiri.

“Kalau (daun bawang) nambah lama (proses penanamannya), nambah banyak (hasilnya). Kalau punya lahan luas, lebih enak. Bibit cukup beli sekali, selebihnya bisa dikembangkan sendiri,” terangnya.

Keunggulan ini tidak dimiliki oleh beberapa jenis sayuran lain seperti brokoli atau wortel, yang mengharuskan petani membeli bibit baru setiap kali akan menanam.

Meski menjadikan daun bawang sebagai komoditas utama, Isan tetap menerapkan sistem tumpang sari untuk menjaga produktivitas lahan. Ia menanam berbagai jenis sayuran lain seperti pakcoy, kailan, sawi putih, brokoli, hingga talas satoimo sebagai tanaman pendamping.

Related News