Bantuan Pertanian Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau Sumedang
Jagad Tani - Bantuan berupa Pupuk, Benih, Cultivator, Alat Perajang Tembakau dan Rumah Pengering Tembakau diterima di Kelompok Tani Mandiri Dusun Cibogo Desa, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Kamis (30/4/2026).
Beberapa kelompok tani di Kecamatan Tanjungsari dan Sukasari juga turut menerima. Menurut Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, bantuan ini diberikan sebagai upaya meningkatkan kualitas hasil panen dan efisiensi produksi demi kesejahteraan para petani tembakau.
Baca juga: Pilihan Ikan Lokal untuk Ditebar di Perairan
Hal ini dinilai Fajar sejalan dengan tema pembangunan Sumedang tahun 2026 yakni “Membumi: Kadeuleu, Karampa, Karasa” harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Sumedang.
“Saya ingin petani di Sumedang makmur. Ketika petani sudah sejahtera, itu akan menjadi stimulus bagi generasi muda untuk ikut terjun ke sektor pertanian,” ujarnya.
Bahkan Fajar turut menyoroti pentingnya regenerasi petani melalui pendekatan modern, seperti smart farming dan pemanfaatan teknologi digital.
“Kami harus dorong petani milenial. Jangan sampai anak muda hanya terpaku pada gadget tanpa produktivitas. Pertanian itu menjanjikan jika dikelola dengan baik,” tambahnya.
Fajar memiliki visi besar untuk menjadikan tembakau Sumedang sebagai produk unggulan berkelas nasional hingga internasional, dan mencontohkan bagaimana komoditas seperti tembakau mole dan tembakau hitam memiliki potensi besar untuk dipasarkan lebih luas.
“Saya punya mimpi, ketika orang mendengar Sumedang, bukan hanya tahu tahu Cilembu, tapi juga punya pasar tembakau yang kuat dan berkualitas,” terangnya.
Sementara itu, Plt. Camat Sukasari Mirsana menyampaikan, bila wilayahnya dikenal sebagai salah satu sentra tembakau unggulan di Sumedang, dan di Desa Sukasari kini tengah dikembangkan sebagai agrowisata Kampung Bako.
Tempat ini menurut Mirsana tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga edukasi dan wisata berbasis pertanian.
“Mayoritas masyarakat kami adalah petani, baik tembakau maupun hortikultura. Komoditas tembakau dari Sukasari telah dipasarkan hingga ke berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Jawa Barat,” ujarnya.
Adapun Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Tono Suhartono menyebutkan, sektor tembakau merupakan salah satu komoditas strategis yang terus didorong pengembangannya.
Diungkapkan jika harga tembakau saat ini mencapai Rp60 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Untuk menjaga stabilitas dan kualitas, inovasi terus dihadirkan, seperti pembangunan alat pengering modern serta penguatan sistem resi gudang.
“Sumedang menjadi salah satu daerah yang memiliki pasar tembakau yang terstruktur. Bahkan, kita sudah mulai merintis ekspor. Ini harus kita jaga dan kembangkan bersama,” tukasnya.

