• 1 May 2026

Batang Ubah Kawasan Rob jadi Destinasi Perikanan

uploads/news/2026/05/batang-ubah-kawasan-rob-38104aa3f77175d.jpg

Jagad Tani - Kawasan Denasri Kulon yang pernah menjadi pusat lahan sawah produktif 30 tahun lalu, kini berubah menjadi area terdampak rob seluas 300 hektar.

Salah satu upaya meminimalisir dampak area rob, yakni mengoptimalkan nya menjadi kawasan wisata perikanan dengan menanam seribu bibit mangrove dan menebar benih ikan, di Denasri Kulon, Kabupaten Batang, Kamis (30/04).

Baca juga: Pilihan Ikan Lokal untuk Ditebar di Perairan

Penanaman ribuan bibit mangrove dan penebaran benih ikan tersebut, dilakukan oleh PMI Barang yang mnggandeng BPBD Batang, relawan hingga ratusan pelajar, serta membiasakan peserta dengan kehidupan warga di wilayah terdampak rob.

Menurut Ahmad Taufik, selalu Ketua PMI Batang, penanaman bibit mangrove merupakan upaya meminimalisir dampak rob yang kian meluas. Padahal 30 tahun lalu lahan tersebut merupakan sentra lahan pertanian yang menghasilkan padi berkualitas.

“Kami lakukan penanaman mangrove untuk meminimalisir dampak rob, supaya tidak makin meluas. Dan karena lahan tersebut kini tidak produktif lagi, kami upayakan untuk dioptimalkan menjadi kawasan wisata perikanan dengan menebar seribu bibit ikan,” terangnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah menilai langkah ini merupakan upaya meminimalisir rob di Denasri Kulon.

Wawan menilai, meski di sisi lain, BPBD selalu berupaya menjauhkan dari wilayah rawan kebencanaan, namun apabila tidak dapat terhindarkan, maka warga harus berdampingan dengan kerawanan tersebut.

“Artinya masyarakat tetap hidup berdampingan di wilayah terdampak namun memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomis. Diawali dengan penebaran benih ikan dan ke depan akan dikelola dengan konsep wisata perikanan, agar masyarakat mendapatkan manfaat secara ekonomi,” jelasnya.

Melihat kondisi itu, salah satu solusinya, yakni dengan melakukan pengoptimalan tempat tersebut sebagai destinasi wisata perikanan. Bahkan sebanyak 200 pelajar dari jenjang SMA/SMK/MA sederajat ikut terlibat. 

Sementara itu, Najla yang merupakan pelajar dari SMA Negeri 2 Batang mengaku jika menamam mangrove merupakan pengalaman pertama baginya, dan ia merasakan langsung upaya meminimalisir meluasnya dampak rob yang terjadi.

“Ini pengalaman pertama buat kami, bisa terjun langsung nanam banyak bibit mangrove, semoga bisa mencegah rob, supaya rumah warga tidak terdampak,” tukasnya. 

Related News