Perbedaan Bulir Beras Mantap, Mekongga dan IPB 13S
Jagad Tani - Setiap varietas beras memiliki kenggulannya masing-masing, tidak terkecuali varietas unggulan seperti Mantap, Mekongga dan IPB 13 S. Ketiga varietas tersebut memiliki karakteristik berbeda, terutama dari bentuk bulir, jumlah hasil, hingga cita rasa beras.
Anggota Kelompok Tani Dewasa (KTD) Lemah Duhur, yang berada di Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, Kota Bogor, Muhammad Mansyurdin menjelaskan, varietas Mekongga memiliki bentuk bulir yang berbeda dibandingkan varietas Mantap.
Baca juga: Catatan Petani tentang Beras Organik dan Non-Organik
“Kalau dari Mantap, bulirnya agak lonjong. Kalau Mekongga agak bulat sedikit dari bentuk bulirnya,” ujar pria yang akrab disapa Kang Mansyur ini kepada tim Jagad Tani saat ditemui di lahan sawahnya Minggu (03/05) lalu.
Menurutnya, dari sisi tekstur nasi, kedua varietas sebenarnya sama-sama pulen. Namun varietas Mantap dinilai sedikit lebih unggul karena memiliki aroma yang lebih wangi.
“Kalau pulen sih sama saja, tapi Mantap lebih agak pulen, agak wangi juga sedikit, meski tidak terlalu pekat wanginya,” katanya.
Selain itu, jumlah bulir pada varietas Mantap disebut lebih banyak dibandingkan Mekongga. Hal itu diduga karena varietas Mantap merupakan hasil persilangan.
“Kalau bulir sih agak lebih banyak di varietas Mantap, soalnya itu sudah persilangan,” ucapnya.
Sementara itu, untuk varietas IPB 13 S, Kang Mansyur mengatakan pihak kelompok tani masih melakukan tahap uji coba penanaman. Varietas tersebut merupakan produk dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sengaja ditanam untuk melihat kecocokannya dengan kondisi lahan di Mulyaharja.
“Kalau IPB 13 S, kita baru menanam. Kebetulan produk dari IPB, jadi sengaja dicoba dulu di sini,” jelasnya.
Ia menuturkan, kelompok tani memilih melakukan pengujian lebih dahulu sebelum merekomendasikan benih kepada anggota lainnya. Uji coba dilakukan oleh dirinya bersama ayahnya (Muhammad Aneng) yang merupakan Ketua KTD Lemah Duhur.
“Kita tidak mau langsung kasih ke anggota sebelum dicoba. Kalau memang hasilnya bagus baru anggota silakan mencoba. Jadi harus diuji dulu,” katanya.
Dari segi bentuk bulir, IPB 13 S dinilai tidak terlalu berbeda dengan varietas Mantap karena sama-sama cenderung lonjong. Berbeda dengan Mekongga yang lebih bulat.
“Kalau IPB 13 tidak terlalu jauh berbeda, agak lonjong juga bentuknya. Mantap agak lonjong, kalau Mekongga agak bulat,” tuturnya.
Untuk masa tanam, varietas IPB 13 S diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 100 hingga 115 hari hingga panen. Meski baru tahap awal penanaman, Mansyur melihat potensi jumlah bulir pada varietas tersebut cukup menjanjikan.
“Kalau melihat bulir-bulirnya, lumayan banyak,” pungkasnya.

