• 10 May 2026

Kebun Mama-Mama Watu Galang, Jadi Ruang Ketahanan

uploads/news/2026/05/kebun-perempuan-jadi-ruang-75300ff7b178826.jpeg

Jagad Tani - Kebun Pangan Lokal Perempuan di Desa Watu Galang, Nusa Tenggara Timur, mulai berkembang menjadi ruang penguatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal yang dikelola langsung oleh para perempuan.

Program tersebut menjadi sorotan saat Wakil Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, mengunjungi kebun pangan yang selama ini dikelola mama-mama di Desa Watu Galang.

Baca juga: Paus Sperma 15 Meter Ditemukan Tergeletak di Jembrana

Kebun pangan perempuan dinilai tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi perempuan desa dalam mengelola lahan, menjaga lingkungan, dan memanfaatkan hasil pertanian untuk mendukung ekonomi keluarga.

Menurut Veronica, program tersebut menjadi contoh pemberdayaan perempuan berbasis pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kebun Pangan Lokal Perempuan ini adalah sebuah terobosan. Ide-ide lama dan pengetahuan yang dimiliki mama-mama bisa hidup kembali, diajarkan kepada anak dan cucu kita,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (10/05).

Pengelolaan kebun dilakukan melalui dukungan skema perhutanan sosial yang memberi akses legal bagi kelompok perempuan untuk mengelola lahan secara berkelanjutan. Selain menjaga keberlangsungan sumber pangan keluarga, pola tersebut juga dinilai membuka ruang bagi perempuan untuk terlibat lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam di desa.

“Ketika perempuan diberikan akses untuk mengelola lahan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh lingkungan dan generasi mendatang,” kata Veronica.

Perwakilan mama-mama pengelola kebun mengatakan lahan yang mereka kelola kini menjadi tempat berbagi pengetahuan tentang cara bercocok tanam, menjaga kualitas tanah, hingga memanfaatkan hasil kebun untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami percaya bahwa kalau tanah dirawat dengan baik, tanah juga akan menjaga anak-anak kita,” ujar perwakilan mama-mama Bambu.

Mereka juga menyebut pendampingan dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan AMATI membantu kelompok perempuan memahami pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan dan produktif.

Keberadaan Kebun Pangan Lokal Perempuan di Desa Watu Galang kini dipandang sebagai salah satu model penguatan ketahanan pangan desa yang bertumpu pada peran perempuan, pengetahuan lokal, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Related News