• 12 May 2026

Penguatan SDM, Kunci Cegah Penyakit Hewan Ternak

uploads/news/2026/05/penguatan-sdm-kunci-cegah-442797e7e04c538.jpeg

Jagad Tani - Pengawasan penyakit zoonosis dan keamanan pangan asal hewan, penting untuk dilakukan agar kesehatan masyarakat terlindungi di tengah meningkatnya mobilitas dan distribusi ternak dari berbagai daerah jelang Hari Raya Iduladha 1447 H.

Langkah-langkah penting yang dilakukan seperti pengawasan kesehatan hewan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternakan, serta edukasi penanganan daging yang aman bagi masyarakat dan panitia kurban, harus diterapkan ke setiap daerah.

Baca juga: Hilirisasi Telur Didorong Jaga Harga Tingkat Peternak

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, penguatan kompetensi SDM jadi kunci dalam mencegah penyakit hewan, terutama saat tingginya aktivitas perdagangan dan pemotongan ternak jelang Iduladha.

“Penguatan SDM menjadi fondasi utama pembangunan pertanian. Melalui sertifikasi, pelatihan, dan resertifikasi kompetensi, kita memastikan tenaga profesional di lapangan memiliki kemampuan yang terukur, adaptif, dan mampu memberikan edukasi serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Santi dalam keterangan persnya dikutip (12/05).

Bahkan pihak Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, memberi edukasi penanganan daging dan pengawasan kesehatan hewan lewat program pelatihan bagi peternak, penyuluh, petugas lapangan, dan masyarakat, sebagai bagian dari penguatan mitigasi zoonosis.

Adapun materi pelatihannya meliputi pemeriksaan kesehatan hewan sebelum pemotongan, pemeriksaan organ dan karkas, penerapan sanitasi dan higiene, hingga tata cara distribusi daging yang memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Langkah-lankah di atas tentunya penting dilakukan, demi memastikan bahwa daging yang dikonsumsi oleh masyarakat tetap aman, sehingga dapat meminimalkan risiko penularan penyakit.

Semnetara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Tedy Dirhamsyah, menjelaskan bahwa pengawasan kesehatan hewan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir, terutama saat permintaan dan distribusi ternak meningkat menjelang Iduladha.

“Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai cara penanganan daging yang benar. Ini penting agar distribusi daging kurban tidak menjadi media penularan penyakit,” terangnya.

Tentunya masyarakat perlu mewaspadai berbagai penyakit zoonosis seperti Anthrax, Brucellosis, Lumpy Skin Disease (LSD), Foot-and-Mouth Disease (PMK), jembrana, dan infeksi cacing hati. Penyakit-penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ terinfeksi, maupun pangan asal hewan yang tidak ditangani secara tepat.

Selain berdampak terhadap kesehatan masyarakat, penyebaran zoonosis juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat turunnya produktivitas ternak, terganggunya distribusi hewan, hingga menurunnya kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan.

Related News