Keberadaan Ikan Sapu-Sapu Kabupaten Tapin Terus Dipantau
Jagad Tani - Kemunculan ikan sapu-sapu di sejumlah rawa dan sungai di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, terus dipantau guna mencegah dampaknya terhadap ekosistem perairan maupun aktivitas nelayan.
Menurut Sri Suyatmi, selaku pejabat Fungsional Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Tapin, ikan sapu-sapu terpantau sesekali tertangkap nelayan di beberapa wilayah perairan, namun populasinya dinilai masih terkendali.
Baca juga: Bantuan Petani Terdampak Banjir Capai Rp10 Milyar
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, kemunculan ikan sapu-sapu dilaporkan berada di Kecamatan Bakarangan, Kecamatan Candi Laras Selatan dan Kecamatan Candi Laras Utara.
“Dari informasi yang masuk ke kami, kadang ada ikan sapu-sapu tertangkap di perairan rawa dan sungai. Namun tidak sering dan masih dianggap belum menjadi masalah yang sangat berarti bagi nelayan,” ujar Sri Suyatmi, sebagaimana dikutip dari Antara Jumat (15/05).
Dilanjutkan bahwa pihaknya terus menerima laporan dari masyarakat dan nelayan terkait perkembangan kemunculan ikan sapu-sapu di wilayah perairan Tapin. Biasanya nelayan langsung mengangkat ikan sapu-sapu ke darat apabila tertangkap saat menjaring ikan di sungai maupun rawa.
“Belum ada tindakan perburuan massal karena masih dianggap dalam batas toleransi,” terangnya.
Hingga saat ini, belum ada langkah penanganan yang diambil, misalnya seperti perburuan massal sebagaimana yang dilakukan oleh DKI Jakarta, karena keberadaan ikan tersebut di sini masih dalam batas toleransi, dan belum ada laporan terkait kerusakan lingkungan akibat ikan sapu-sapu, seperti kerusakan dinding sungai atau tanggul perairan.
“Belum ada laporan tentang ikan merusak dinding sungai atau bendungan bolong maupun ambrol. Sejauh ini, keberadaan ikan sapu-sapu belum berdampak signifikan terhadap aktivitas perikanan masyarakat," tukasnya.

