• 21 May 2026

Papua Miliki Tiga Kawasan Lumbung Tuna

uploads/news/2026/05/papua-miliki-tiga-kawasan-688011940bd14f6.jpg

Jagad Tani - Setidaknya ada tiga titik strategis yang selama ini belum tersentuh program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah paling timur Indonesia, lokasi ini dikenal sebagai lumbung tuna terbesar.  

Tiga kawasan yang dimaksud oleh anggota Komisi IV DPR RI Robert J. Kardinal yakni Distrik Kepulauan Ayau di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya; Kepulauan Auri di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat; serta perairan Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori, Provinsi Papua.

Baca juga: Mafia Pangan dan Manipulasi Data Impor Disoroti

“Ketiga kawasan tersebut memiliki nilai strategis ganda sebagai sentra produksi sekaligus kawasan pertahanan terluar negara berbasis masyarakat nelayan,” jelasnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (17/05). 

Selain itu, di sejumlah wilayah perbatasan seperti Pulau Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara hingga Kabupaten Bintan Kepulauan Riau juga telah dibangun KNMP, dan Papua juga dinilai perlu perhatian khusus pada wilayah dengan sumber daya ikan terbesar di Papua.

“Tiga titik di Papua ini harus menjadi prioritas Kampung Nelayan Merah Putih karena potensi ikannya sangat besar dan bisa menjadi motor kebangkitan industri perikanan di kawasan timur Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut, Robert menilai ketiga wilayah tersebut merupakan pusat perikanan tuna sirip kuning atau yellowfin tuna. Ketiganya merupakan gugusan pulau terluar di wilayah utara Papua yang secara geografis justru lebih dekat ke negara tetangga dibanding pusat Pemerintahan di Papua.

“Lokasi-lokasi tersebut merupakan pulau-pulau terluar di Tanah Papua bagian utara. Misalnya Pulau Mapia itu ke Palau cuma sekitar 68 mil, sementara ke Biak lebih jauh mencapai 180 mil. Jadi mestinya kampung nelayan merah putih dibuat di situ supaya Merah Putih berkibar di situ,” tegasnya.

Ditambahkan bila kawasan-kawasan itu menyimpan kekayaan laut yang sangat melimpah mulai dari tuna, cakalang, kerapu, rumput laut hingga teripang. Mayoritas masyarakat setempat  juga menggantungkan hidupnya dari sektor kelautan dan perikanan. 

Menurutnya kawasan Kepulauan Mapia atau Pulau Beras di Kabupaten Supiori dikenal sebagai salah satu penghasil tuna terbesar di Papua. Wilayah itu pernah menjadi saksi kejayaan industri perikanan Papua saat perusahaan perikanan besar milik Jayanti Group beroperasi pada era 1999 hingga 2003. 

Robert mengungkap sejarah kejayaan industri perikanan Papua melalui kehadiran perusahaan milik negara PT Usaha Mina di Sorong yang pada masanya mampu mengekspor tuna dan cakalang langsung ke Jepang.

“Dulu di Sorong ada Usaha Mina. Itu perusahaan negara yang ekspor tuna dan cakalang langsung ke Jepang. Setelah berubah menjadi Perikanan Nusantara lalu merger ke Perindo di bawah holding ID Food, akhirnya berhenti beroperasi,” katanya.

Robert menjelaskan, PT Usaha Mina pada masa lalu memiliki banyak cabang di sentra-sentra perikanan nasional seperti Sorong, Bacan, Ternate, Fakfak, Ambon, Gorontalo, Luwuk hingga Makassar.

Dilanjutkan bahwa kampung-kampung nelayan yang dibangun Pemerintah ini nantinya dapat terhubung dengan fasilitas-fasilitas eks Usaha Mina sebagai pusat pengumpulan dan ekspor hasil tangkapan nelayan dari Papua. 

“Papua pernah punya industri perikanan besar lewat Jayanti, Usaha Mina, dan WIF. Itu bukti bahwa kalau dikelola serius, Papua bisa menjadi kekuatan besar industri perikanan nasional. Kampung Nelayan Merah Putih harus menjadi titik awal menghidupkan kembali kejayaan itu,” tegas Robert.

Related News