• 23 May 2026

Jelang Iduladha, Sentra Bawang Merah Terus Dipantau

uploads/news/2026/05/jelang-iduladha-sentra-bawang-26297f5ad2e89b4.jpeg

Jagad Tani - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, sejumlah sentra produksi utama bawang merah seperti Solok, Brebes, Enrekang, Bima, Nganjuk, Bandung, Kendal, Garut, hingga Probolinggo, terus dipantau guna menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan, di tengah tantangan cuaca ekstrem.

Menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Muhammad Taufiq Ratule, jumlah produksi bawang merah nasional saat ini masih mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Baca juga: Indeks Perkembangan Harga, Ayam Pedaging Turun

Adapun jumlah rata-rata produksi nasional mencapai sekitar 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen per tahun. Sementara itu, untuk kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 1,26 juta ton per tahun. 

“Produksi bawang merah nasional masih mencukupi, bahkan Indonesia juga terus melakukan ekspor. Menghadapi Iduladha, kami memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi,” ucapnya dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (22/05). 

Dilain sisi, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan musim tanam Maret–Mei tahun ini diwarnai oleh cuaca ekstrem yang memicu serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti ulat grayak dan moler.

Hal tersebut dinilai memengaruhi produktivitas di beberapa sentra produksi bawang merah. Meski demikian, distribusi bawang merah dari berbagai daerah seperti Nganjuk, Enrekang, Pati, Brebes, Temanggung, dan Garut masih berjalan lancar.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas pertanian, petani champion, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait agar pasokan tetap aman. Produksi diperkirakan meningkat pada Juni 2026 seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra utama,” terangnya. 

Kasmidi yang merupakan seorang petani champion bawang merah dari Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebutkan bila panen di wilayahnya masih berlangsung hingga menjelang Iduladha dengan distribusi rutin ke Kalimantan sebanyak tiga kali dalam sepekan.

Adapun Amri Ismail, petani champion bawang merah dari Solok, Sumatra Barat (Sumbar), menyebut bahwa panen raya di daerahnya diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan bulan Juni akan memperkuat pasokan bawang merah di wilayah Sumatra.

Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, menyampaikan stok bawang merah hingga akhir Mei masih tersedia meski produksi di sejumlah daerah mengalami penurunan sekitar 30-40% akibat cuaca ekstrem.

“Harga diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, kondisi diproyeksikan kembali normal seiring masuknya panen dari berbagai sentra produksi,” tandasnya.

Related News