Penyaluran Program Bantuan Pangan Diperpanjang Hingga Juni
Jagad Tani - Implementasi program bantuan pangan yang telah diperpanjang kembali hingga Juni mendatang, dinilai bermanfaat untuk menjaga stabilitas harga pangan, termasuk percepatan penyaluran minyak goreng ke pasar.
Menurut Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa, perpanjangan pelaksanaan program bantuan pangan hingga Juni dibutuhkan sebagai instrumen penstabilan harga.
Baca juga: Bawang Bombai Hingga Kentang Impor Ilegal Dimusnahkan
Bahkan ia menilai, penyaluran Minyakita ke pasaran juga diperlukan supaya aksesnya mudah didapatkan oleh masyarakat.
"Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan karena sampai saat ini realisasinya kurang lebih 34%," ungkap Ketut dalam keterangan resminya dikuti Sabtu (23/05).
Adapun program penggencaran distribusi bantuan pangan ini diyakini dapat membantu pengendalian harga pangan pokok. Ditambah lagi saat ini penggelontoran pasokan Minyakita bagi masyarakat, termasuk ke pasar rakyat tengah digenjot.
"Kami minta Bulog untuk segera mengeksekusi bantuan pangan di posisi Mei sampai Juni. Nah kalau bisa dikeluarkan, tentu bisa akan mengendalikan posisi harga, menstabilkan harga beras sekaligus menstabilkan harga minyak goreng tentunya," lanjutnya.
Jumlah total minyak goreng yang akan didistribusikan pada bantuan pangan tersebut kurang lebih berjumlah sekitar 132,9 ribu kiloliter.
"Itu banyak (jumlahnya). Jadi kalau bisa serentak dikeluarkan Mei sampai Juni, itu artinya akan bisa secara langsung dan tidak langsung mengendalikan harga Minyakita," jelasnya.
Rerata harga Minyakita menurut Badan Pusat Statistik (BPS) hingga pekan kedua bulan Mei, cenderung alami penurunan secara mingguan. Meskipun masih sedikit berada diatas HET Minyakita yang dipatok di Rp 15.700 per liter.
Untuk realisasi bantuan pangan sampai 20 Mei, dalam catatan Bapanas telah tersalurkan Minyakita hingga 46,2 ribu kiloliter kepada 11,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masih ada sebanyak 86,8 ribu kiloliter yang akan dikebut sampai pertengahan tahun 2026.
Dalam laporan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang disusun Bapanas, per 20 Mei, stok CPP berupa minyak goreng masih cukup memadai. Bulog tercatat masih mengelola stok minyak goreng total 89 ribu kiloliter dan ID Food 700 kiloliter.
Ketut mengungkapkan bila pihaknya berupaya mendorong penyaluran Minyakita ke pasar-pasar, terutama wilayah DKI Jakarta dan Banten, dengan Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita dari 10 produsen sudah dipegang agar disalurkan sepenuhnya ke Bulog.
Sementara itu, menurut Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Nawandaru Dwi Putra mendukung 2 program penyaluran Minyakita, yaitu melalui bantuan pangan dan DMO ke BUMN pangan ke pasar rakyat.
"Jadi ada 2 program. Satu adalah bantuan pangan menggunakan Minyakita dan juga pengisian pasar. Jadi dua program ini harus bisa termanfaatkan pasokannya secara proporsional. Jangan hanya mengedepankan satu program. Dua-duanya harus berjalan," tukasnya.

