Enam Jenis Menu Panganan Jemaah Haji 2026
Jagad Tani - Distribusi makanan siap santap bagi jemaah haji Indonesia akan disiapkan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), oleh pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Menurut Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Tri Hidayatno, paket makanan tersebut disiapkan untuk dikonsumsi pada 7, 8, dan 13 Zulhijah atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.
Baca juga: Bawang Bombai Hingga Kentang Impor Ilegal Dimusnahkan
“Jadi semuanya akan ada 6 jenis menu yang akan diterima jemaah haji mulai tanggal 3 Dzulhijjah (20 Mei) sampai nanti di tanggal 6 Zulhijah(23 Mei),” ujar Tri Hidayatno yang juga Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU Kemenhaj dikutip dari dalam siaran tertulisnya.
Dilanjutkan bahwa, pada 7 Zulhijah jemaah akan menerima tiga kali makan, yakni pagi, siang, dan sore. Sementara pada 8 Zulhijah jemaah mendapat dua kali makan, yaitu siang dan sore. Adapun pada 13 Zulhijah, jemaah menerima satu kali makan.
Adapun paket makanan tersebut, dikatakan Tri, diproduksi oleh perusahaan Indonesia maupun perusahaan Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan di Arab Saudi.
“Jadi disini ada 2 jenis nanti yang akan diterima jemaah haji, ada 6 jenis menu yang diproduksi oleh PT Halalan Thayyiban dengan brand-nya adalah Makanku dan Family Food dengan brandnya Manaf,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tri menjelaskan jika terdapat enam menu yang bisa dipilih jemaah untuk dikonsumsi selama masa tersebut.
“Misalkan disini ada gulai ayam, kemudian ada daging lada hitam. Ada kari ayam, semur ayam dan juga ada rendang daging. Jadi nanti jemaah haji bisa memilih bebas,” paparnya.
Dalam satu paket tersedia nasi, lauk, sendok, dan tisu sehingga bisa langsung dikonsumsi oleh jemaah.
“Jadi ada dua jenis ada warna merah ini adalah nasi. Kemudian yang warna putih ini adalah lauknya, kemudian untuk makannya ini juga disediakan sendok dan juga tisu,” ungkap Tri.
Makanan itu dinilai dapat langsung disantap dengan cara membuka kemasan dan menuangkannya ke wadah yang tersedia.
“Untuk cara makannya jemaah haji nanti tinggal mensobek. Kemudian tuangkan di mangkuk plastik yang tersedia. Jadi jemaah sudah menerima paket-paket makanan [di hotel], tapi tolong diingatkan bahwa paket makanan ini digunakan untuk di tanggal 7, 8, dan 13 Zulhijah,” terangnya.
Pada tanggal tersebut, jemaah tidak mendapatkan layanan makanan siap saji (fresh meal) karena penutupan sejumlah akses transportasi dan layanan shuttle menjelang puncak haji.
Meski demikian, Tri memastikan jemaah tetap akan memperoleh layanan konsumsi saat berada di Armuzna yang disediakan oleh syarikah, dan meminta jemaah tetap sarapan sebelum bergerak menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah agar kondisi tubuh tetap terjaga selama ibadah Armuzna.
“Nanti ketika di Armuzna Bapak Ibu juga akan mendapatkan Makanan yang tersendiri, yang disediakan oleh syarikah Bentuknya juga ready to eat juga," tuturnya.
Tri juga mengimbau jemaah tidak membawa paket makanan dari hotel ke Armuzna karena dapat menambah beban bawaan.
“Nanti akan memberatkan, karena sebetulnya tas Armuzna bisa diisi dengan barang lain yang lebih dibutuhkan,” tandasnya.

