• 25 May 2026

KLH Tegaskan Komitmen Jaga Ekosistem Laut

uploads/news/2026/05/klh-tegaskan-komitmen-jaga-88309f2a5b94d70.jpg

Jagad Tani - Aksi pemulihan ekosistem pesisir dan laut pada peringatan Hari Laut Internasional 2026, yang dilakukan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, menjadi momentum untuk menjaga kesehatan laut, mengendalikan pencemaran, serta mempercepat pemulihan ekosistem pesisir dan bawah laut Indonesia.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang memiliki wilayah laut lebih dari 6,4 juta kilometer persegi, dan berada di kawasan Coral Triangle yakni dengan kekayaan terumbu karang, mangrove, padang lamun, serta ribuan spesies ikan dan biota laut lainnya.

Baca juga: Jaga Kedaulatan Pangan, Lahan Sawah Dilindungi

Tentunya laut Indonesia tidak hanya menjadi sumber pangan dan penghidupan masyarakat pesisir, tetapi juga berperan penting sebagai penyerap karbon biru (blue carbon), pengatur iklim global, jalur perdagangan dunia, dan penopang ketahanan ekonomi nasional.

Menurut Moh Jumhur Hidayat, selaku Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), perlindungan laut harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya perlindungan di garis pantai tetapi juga perlindungan terhadap ekosistem di bawah laut.

“Perlindungan laut tidak boleh berhenti di garis pantai, tetapi wajib menyentuh pondasi ekosistem di bawah laut,” terangnya dalam keterangan tertulis Sabtu (23/05) saat memperingati Hari Laut Internasional 2026.

Pada peringatan Hari Laut Internasional 2026 dilakukan aksi seperti island clean updiving clean up, dan snorkeling clean up untuk mengangkat sampah serta jaring hantu dari laut, penanaman 50 media transplantasi terumbu karang, pelepasan 1.000 bibit ikan kerapu, serta pelepasan penyu sisik dan 100 tukik sebagai simbol pemulihan ekosistem pesisir dan laut.

Saat ini ekosistem laut Indonesia menghadapi ancaman serius, mulai dari sampah plastik, pencemaran pesisir, kerusakan terumbu karang, degradasi mangrove dan lamun, hingga ghost gear atau alat tangkap yang ditinggalkan di laut.

Sementara itu, Budi Mulyadi yang merupakan Asisten Teritorial Panglima Komando Armada Republik Indonesia menyampaikan bahwa keterlibatan lintas pihak dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masa depan bumi dan kelestarian laut masih terjaga dengan kuat.

“Ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian terhadap masa depan bumi dan kelestarian laut masih menyala dengan sangat terang. Laut adalah penyedia oksigen, sumber mata pencaharian, serta rumah bagi jutaan spesies makhluk hidup,” tukas Budi Mulyadi.

Related News