Panen Udang Vannamei Kebumen Hasilkan 40 Ton/Hektare
Jagad Tani - Panen raya udang vannamei akhirnya dilakukan di tambak seluas 100 hektare yang berlokasi di Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/05) lalu.
Kawasan BUBK Kebumen yang dikembangkan menggunakan konsep best practice budi daya udang modern ini dinilai oleh Prabowo Subianto memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Baca juga: Jaga Kedaulatan Pangan, Lahan Sawah Dilindungi
“Jadi sangat menjanjikan, tadi saya diberi laporan 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton, luar biasa 40 ton ya dan harganya sangat bagus, harganya 70 ribu (rupiah) per kilo. Berarti per ton 70 juta rupiah,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis dikutip Senin (25/05).
Dengan jumlah kolam sebanyak 206 petak, nilai produksi kawasan ini mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun.
Melalui sistem tata kelola terpadu yang mencakup saluran air masuk (intake), kolam tandon, pemisahan saluran inlet dan outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan fasilitas pendukung lainnya ini, dinilai dapat membuat produktivitas terjaga.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa proyek serupa dengan skala yang lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, juga tengah dibangun dan mampu menyerap ratusan tenaga kerja.
“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap sekarang 650 orang setempat bekerja dan kita sudah membangun di Waingapu 2 ribu hektare,” imbuhnya.
Udang sebagai salah satu komoditas penting yang tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga memiliki potensi dalam meningkatkan daya saing ekspor perikanan Indonesia di pasar global.
Bahkan udang Indonesia berpotensi menjadi mesin devisa lewat pengelolaan tambak secara modern dan menerapkan kaidah-kaidah good aquaculture practices sebagaimana model yang diterapkan di BUBK Kebumen.

