• 26 May 2026

Rumput Lokal Unggulan, Solusi Pakan Musim Kemarau

uploads/news/2026/05/rumput-unggulan-lokal-pakan-932855a88228b45.jpeg

Jagad Tani - Sektor pakan menjadi salah satu tantangan bagi peternakan sapi di Indonesia, terutama pakan hijauan saat musim-musim tertentu, dan menjadi perhatian serius bagi para peternak. 

Fahri Ramadhan dari Kandang Juragan, menjelaskan tantangan terbesar peternak soal ketersediaan hijauan terjadi saat musim kemarau. Sehingga Kandang Juragan akhirnya tidak hanya bergerak di sektor penggemukan sapi, tetapi juga aktif berjualan hijauan pakan ternak.

Baca juga: Waspadai Fenomena Penjualan Sapi Gelonggongan Saat Iduladha

“Di awal Kandang Juragan berdiri, sebenarnya kami banyak berjualan hijauan juga. Jadi bukan cuma fokus ke sapi,” ungkapnya kepada Jagad Tani.

Salah satu yang kini dikembangkan adalah rumput unggul bernama Biograss, Biovitas, dan Bionutris. Ketiga varietas tersebut merupakan hasil penelitian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen) yang berada di bawah Kementerian Pertanian.

Menurut Fahri, keberadaan rumput lokal unggulan ini menjadi angin segar bagi peternak Indonesia. Pasalnya, selama ini banyak peternak lebih mengenal rumput impor seperti Odot, Pakchong, Rumput Gajah, rumput Taiwan, hingga rumput Thailand.

“Nah sekarang alhamdulillah peneliti Indonesia berhasil mengembangkan jenis rumput baru yang kualitasnya unggul,” ujarnya.

Tak hanya digunakan untuk kebutuhan kandang sendiri, Kandang Juragan juga aktif mengenalkan dan menyebarkan bibit rumput tersebut kepada peternak di berbagai daerah di Indonesia.

Fahri menyebut ada beberapa keunggulan utama dari rumput Biograss, Biovitas, dan Bionutris. Salah satunya yakni daya tahannya terhadap kekeringan, karena di Indonesia saat memasuki musim kemarau, hijauan sulit didapat.

“Rumput ini lebih toleran terhadap kekeringan, jadi sangat membantu peternak saat musim kemarau,” jelasnya.

Selain itu, produktivitas panennya juga dinilai jauh lebih tinggi dibanding jenis rumput lain. Sebab dengan lahan dan perlakuan yang sama, hasil panen rumput tersebut bisa lebih melimpah.

Bahkan sapi-sapi di kandangnya, mulai dari Sapi Madura, Sapi Bali, Sapi Limousin, Sapi PO, Sapi Simental, hingga Sapi Pegon, diberikan pakan rumput tersebut. 

Tak hanya produktif, kandungan nutrisinya pun tinggi. Rumput ini memiliki kandungan protein kasar sekitar 14-20%, sehingga dinilai sangat baik untuk mendukung pertumbuhan sapi.

"Dia (rumput-rumput tersebut), kandungan nutrisinya juga bagus. Kandungan nutrisinya tinggi, jadi sekitar 14 sampai 20 persen untuk kandungan proteinnya," tukasnya.

Related News