• 31 May 2026

Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi Menjadi Minyak Berkualitas

uploads/news/2026/05/pemanfaatan-limbah-ampas-kopi-4151864647931d1.jpg

Jagad Tani - Tak bisa dipungkiri jika kopi merupakan salah satu minuman favorit bagi masyarakat dunia. Bahkan pada rentang waktu 2025-2026, produksi biji kopi dunia diperkirakan mencapai 10,73 juta ton dengan tingkat konsumsi sekitar 10,43 juta ton.

Tingginya tingkat konsumsi kopi oleh masyarakat, turut berdampak pada meningkatnya limbah ampas kopi atau spent coffee ground (SCG) yang bisa menimbulkan kerusakan lingkungan, seperti meningkatnya gas metana dan karbondioksida dari tempat pembuangan sampah, meningkatnya kadar asam air tanah, residu kopi, tanin dan fenolik, serta menghambat pertumbuhan tanaman.  

Baca juga: Panen Udang Vannamei Kebumen Hasilkan 40 Ton/Hektare

Guna mengatasi isu lingkungan tersebut, Fawzan Sigma Aurum yang merupakan Periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tengah mengembangkan riset pemanfaatan limbah ampas kopi menjadi minyak.

Fawzan menjelaskan jika limbah ampas kopi selama ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah ini mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi, dan minyak hasil penelitiannya ini dinilai berpotensi untuk dimanfaatkan dalam industri kosmetik, serta bahan tambahan pangan.

“Riset ini dilakukan melalui pendekatan foodomics modern yang menggabungkan teknologi ekstraksi hijau dengan analisis metabolomik dan lipidomik canggih,” ujar Fawzan dalam keterangan tertulisnya di laman BRIN, dikutip Minggu  (31/05).

Adapun penelitian Fawzan, menggunakan pendekatan integratif dengan mengombinasikan teknik ekstraksi hijau dan profiling foodomics hingga memperoleh serta mengkarakterisasi minyak berkualitas tinggi dari limbah kopi.

Untuk proses analisa, penelitian ini menggunakan instrumen LC-MS-QTOF dan LC-MS/MS guna mengidentifikasi berbagai komponen metabolit dan profil lipida penting yang terkandung di dalamnya.

“Hasil penelitian menunjukkan metode ultrasound-assisted extraction (UAE) menggunakan etanol menjadi metode paling efisien karena menghasilkan rendemen tinggi dengan kualitas komposisi kimia bioaktif terbaik. Termasuk kandungan lipida yang berpotensi menjadi komponen bioaktif yang tinggi, serta tingkat oksidasi lipida yang rendah,” tuturnya.

Metode supercritical CO? dengan tambahan solven etanol dinilai efektif dalam mempertahankan kualitas senyawa bioaktif. Fawzan juga menjelaskan jika metode Soxhlet merupakan teknik dasar ekstraksi lemak dan minyak, menghasilkan rendemen tertinggi namun memicu oksidasi lipida yang lebih besar akibat proses pemanasan berkepanjangan.

Hasil penelitiannya juga menemukan senyawa seperti caffeoylquinic acids (CQAs), caffeic acid, feruloylquinic acid, dan glutamic acid memiliki korelasi positif terhadap keberadaan lipid non-oksidatif dan senyawa bioaktif penting pada ekstrak hasil UAE dan supercritical CO2.

"Semoga riset ini dapat membuka peluang pemanfaatan limbah kopi menjadi produk bernilai tambah tinggi dalam pengembangan industri pangan, nutraceutical, ingredients serta bahan dasar kosmetik berkelanjutan di Indonesia. Selain itu, penelitian ini membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam bidang kimia pangan analitik serta pengembangan pangan inovatif," tukasnya.

Related News