• 18 June 2026

Distribusi Diperkuat, Harga Minyakita Tak Jadi Naik

uploads/news/2026/06/distribusi-diperkuat-harga-minyakita-8572528d63b09d7.jpg

Jagad Tani - Pada saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng merek Minyakita masih tetap berada dikisaran harga Rp15.700 per liter, setelah adanya isu kenaikan harga setelah terjadinya ketidakstabilan harga crude oil palm (CPO) minyak sawit mentah beberapa waktu lalu.

Budi Santoso (Busan) selaku Menteri Perdagangan (Mendag) menilai jika hingga saat ini belum ada kenaikan harga dan untuk distribusi produk minyak goreng Minyakta akan terus diperkuat agar semakin mudah diakses masyarakat, khususnya melalui pasar rakyat.

Baca juga: Tata Kelola Ekspor SDA Berlaku Mulai Juni

“Sampai saat ini, tidak ada kenaikan HET Minyakita, masih Rp15.700 per liter. Kami saat ini akan fokus pada distribusi Minyakita ke pasar-pasar rakyat," ungkap Busan dilansir dalam keterangan resmi, Kamis (18/06).

Adapun penguatan distribusi ini dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) pangan, yaitu Perum Bulog dan ID Food. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi, menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga Minyakita di berbagai daerah. 

"Kami harap, (pasokan minyak goreng) Minyakita akan semakin banyak di pasar,” jelasnya lebih lanjut.

Lebih lanjut Busan mengatakan bila pihaknya akan terus bersinergi demi memastikan kebutuhan minyak goreng dalam program bantuan pangan bisa dapat dipenuhi menggunakan produk minyak goreng merek lain.

“Kalau kemarin sebagian dipakai untuk bantuan pangan, selanjutnya akan menggunakan merek lain. Detailnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan produsen,” sambungnya.

Selain itu dijelaskan oleh Busan pula jika pihak pemerintah saat ini tengah meminta produsen, supaya bisa terus meningkatkan produksi minyak goreng merek alternatif atau second brand untuk mendampingi pasokan Minyakita.

Tentunya ketersediaan minyak goreng second brand tersebut bisa semakin memberi keragaman pilihan minyak goreng dengan harga yang terjangkau kepada masyarakat.

“Kami juga meminta para produsen untuk memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Sekarang pun, sudah banyak di pasar rakyat ya, tidak hanya Minyakita. Jadi sudah mudah untuk didapatkan,” tukas Busan.

Related News