Pasar Rakyat Jadi Prioritas Distribusi Beras SPHP
Jagad Tani - Pasar rakyat sebagai titik distribusi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dikarenakan menjadi barometer pergerakan harga beras di berbagai daerah, sehingga bisa seusai dengan harga acuan yang ditetapkan.
Hal itu dijelaskan oleh Maino Dwi Hartono, selaku Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Menurutnya, meskipun beras SPHP bisa dilakukan melalui delapan penyaluran distribusi, namun, pasar rakyat tetap jadi prioritas.
Baca juga: Sektor Pertanian Jateng Bakal Dibidik Investor India
"Ada 8 outlet sebenarnya terkait dengan penyaluran SPHP, tapi memang ini sepertinya masih mayoritas di Gerakan Pangan Murah (GPM). Jadi bukan tidak diperbolehkan di GPM, tapi maksud kami prioritas ke pasar-pasar rakyat. Nah ini barometer pemantauan harga," jelas Maino dalam keterangannya dikutip, Selasa (30/06).
Maino menjelaskan, semenjak Maret hingga 27 Juni 2026, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 392 ribu ton atau 47,56% dari target nasional sebesar 828 ribu ton tahun ini.
Adapun fokus berikutnya, yakni memperkuat distribusi yang memberikan dampak paling besar terhadap stabilitas harga beras, dan perkembangan harga beras secara nasional hingga pertengahan Juni 2026, dalam kondisi terjaga.
"Secara rerata, (realisasi lebih dari) 45% (dan) cukup sesuai target, tapi memang ada skala-skala prioritas termasuk mungkin tempat penyalurannya agar harga beras ini, inflasi beras ini juga lebih terkendalikan," terangnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras terkoreksi di sekitar sepertiga wilayah Indonesia. Sementara itu, sebagian besar provinsi mencatat perubahan harga yang relatif rendah bahkan stabil.
Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, kenaikan harga beras di tingkat provinsi pada saat ini masih berada dalam situasi yang terkendali.
"Khusus untuk perkembangan beras, izin dapat kami laporkan, secara provinsinya, perubahan IPH-nya ini yang di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara 2,99 dan 2,93. Di provinsi yang lainnya, ini walaupun semuanya mengalami peningkatan, tetapi masih di bawah perubahannya 2,93," jelas Ateng.
Selain itu, fokus penyaluran di pasar rakyat dinilai menjadi proyeksi untuk membuat beras SPHP semakin mudah dijangkau masyarakat dan juga menjaga pergerakan harga sesuai acuan, sekaligus memiliki peran penting dalam efektivitas harga.

