Hadapi El-Nino Pakan Ternak Berbasis Legum-Rumput Dikembangkan
Jagad Tani - Di tengah potensi penurunan hijauan pakan karena dampak fenomena El Nino, pihak Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan hijauan pakan ternak berupa legum (tanaman kacang-kacangan).
Hal itu disampaikan oleh Agung Suganda, selaku Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan RI saat memitigasi dampak El Nino di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3/7) lalu.
Baca juga: Sentra IKM Olahan Pisang Manggarai Timur Dikembangkan
Selain itu Agung menambahkan bila rumput berprotein tinggi yang tahan kekeringan juga berguna untuk menjaga ketersediaan pakan, dan keberlanjutan produksi ternak.
“Pengembangan melalui perluasan penanaman tanaman pakan yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi lahan kering sehingga tetap dapat tumbuh meski curah hujan menurun,” jelasnya.
Lebih lanjut, diterangkan pula jika jenis hijauan yang dikembangkan itu meliputi legum, seperti indigofera, gamal dan lamtoro, dan rumput berprotein tinggi seperti gajah umami yang dinilai mampu bertahan pada kondisi kekeringan.
“Hijauan tahan kekeringan menjadi upaya cepat pemerintah menjaga stabilitas pasokan pakan di tingkat peternak secara berkelanjutan,” tuturnya.
Penanaman hijauan pakan ternak ini, menurutnya dapat dibudidayakan oleh kelompok peternak, mulai dari kelompok legum maupun rerumputan, untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan alami yang rentan berkurang saat musim kemarau berkepanjangan.
Selain penanaman, pengolahan hijauan menjadi pakan awetan melalui fermentasi dan pengeringan bisa dilakukan, agar dapat disimpan lebih lama dan digunakan saat dibutuhkan peternak.
“Ini menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan pakan nasional sekaligus menjaga produktivitas ternak agar tetap stabil di tengah perubahan kondisi iklim,” tukas Agung Suganda.

