• 8 July 2026

Halal Expo Indonesia Bangun Integrasi Ekonomi Islam

uploads/news/2026/07/halal-expo-indonesia-bangun-6931285ad980f87.jpeg

Jagad Tani - Sebagai langkah untuk mendorong kerjasama ekonomi, rantai nilai, dan jejaring bisnis sektor halal antar anggota Developing 8 (D-8), pada akhirnya Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan.

Mengusung tema "Strenghtening D-8 Halal Economy Through International Collaboration" perhelatan ini digelar selama lima hari, mulai tanggal 8-12 Juli. Perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan Ketua Developing 8 (D-8) Organization for Economic Cooperation pada periode 2026-2027.

Baca juga: Pengembangan Gelatin-Kolagen Halal dari Limbah Kulit Ikan

"Berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia islam," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, Rabu (8/7).

Lebih lanjut, Anis mengatakan bahwa dengan bergabungnya Azerbaijan sebagai anggota terbaru D-8, tahun 2025 lalu, bisa membuat nilai perdagangan antar negara anggota D-8 bisa mencapai rentang 150-160 miliar USD, atau sekitar Rp2,7-2,8 kuadriliun.

"Sejak 2020, negara anggota D-8 menetapkan target untuk mencapai nilai perdagangan setengah triliun dolar AS, yang insya Allah tercapai pada tahun 2030," kata Anis dalam konferensi pers setelah pembukaan D-8 HEI 2026 di Jakarta, Rabu.

Untuk mencapai target perdagangan internal senilai 500 miliar dolar USD (sekitar Rp9 kuadriliun) di 2030 tersebut, Anis menilai penguatan perdagangan antar negara anggota D-8 inilah yang harus dilakukan, dengan berbagai pendekatan ekonomi dari masing-masing anggota.

Selama acara ini berlangsung, setidaknya ada sebanyak 54 exhibitors dari 8 negara, serta 60 buyers dari 11 negara, yang turut berpartisipasi, dan memeriahkan booth, di antaranya berasal dari negara, Iran, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, hingga deretan booth dari negara tuan rumah, yakni Indonesia.

Sementara itu, Soohail Mahmood selaku Sekretaris Jenderal D-8 menyatakan bahwa gelaran ini diharapkan mampu memperkuat kemitraan ekonomi dan mendorong ekpansi Bussines to Bussines (B2B) mulai dari pertanian, ritel, farmasi, fashion, obat-obatan hingga pariwisata.

Penyelenggaraan ini dilaksanakan atas kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri, KNEKS, BPJPH, dan Kadin Indonesia, yang menekankan penguatan jejaring ekonomi halal.

Adapun Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, mengungkapkan jika acara ini digelar sebagai bentuk penggalangan kekuatan ekonomi halal negara anggota D-8.

"Kita ingin menggalang sebuah kekuatan daripada ekonomi halal. Unfortunately, negara penghasil produk halal nomor satu dunia saat ini masih Cina, nomor dua Brazil, nomor tiga Brazil," ujar Haikal.

Menurutnya, dari tiga besar produsen produk halal tersebut, tidak ada satupun yang berasal dari negara D-8, dan memandang jika halal itu bukan cuma persoalan fungsi agama, tetapi juga sebagai sebuah instrumen ekonomi.

"Saya menyampaikan, Yuk kita galang sebuah kekuatan kebersamaan tentang togo, tentang standar. Bagaimana kita memperlakukan (produk) halal bukan lagi produk agama semata, tapi (produk) halal sekarang (juga memiliki) fungsi ekonomi," tukasnya

Related News