Kelompok Tani Milenial Tanam 12.000 Bibit Cabai
Jagad Tani - Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau menjadi lokasi penanaman sebanyak 12.000 bibit cabai merah varietas Caplak Pelita F8, yang dilakukan oleh Kelompok Tani Milenial sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan pertanian dan ekonomi desa.
Menurut Abdul Rajak, selaku Ketua Kelompok Tani Milenial, cabai yang ditanami ini nantinya diprediksi akan menghasilkan hingga ratusan kilogram. Selama ini, untuk hasil panen biasanya selalu dipasarkan oleh kelompok taninya ke sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Terubuk di Bengkalis.
Baca juga: Segini Harga Acuan Ayam dan Telur Terbaru
"Setelah ditanam, kami akan melakukan pemeliharaan sehingga dalam dua sampai tiga bulan ke depan sudah bisa panen. Setiap pohon diperkirakan menghasilkan sekitar dua kilogram cabai, sehingga total panen nanti diperkirakan mencapai 200 hingga 300 kilogram cabai merah," ujar Abdul dalam keterangan tertulisnnya dikutip Sabtu (11/7).
Bukan cuma kelompok tani saja, sejumlah pihak dari lingkup civitas akademik juga ikut terlibat, misalnya Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) dan Universitas Pasir Pengaraian (UPP) turut dalam program kemitraan untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya desa agar berdampak positif bagi masyarakat.
Bahkan Abdul pun turut berharap agar anak muda, semakin banyak terlibat dalam dunia pertanian, sekaligus berharap agar Polbeng sebagai institusi pendidikan tinggi dapat membuka program studi pertanian guna mencetak lulusan-lulusan terbaik di bidang tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Labriel Hadi, selaku Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Polbeng, menjelaskan bahwa kontribusi pihaknya memang dirancang untuk, berfokus pada penyediaan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang mendukung berbagai proses pertanian, mulai dari pembajakan lahan, pembangunan saluran irigasi, hingga penerapan sistem IoT.
"Kami juga melakukan pendampingan terkait aspek bisnisnya, yang dilakukan langsung oleh dosen-dosen dari Jurusan Administrasi Niaga," jelas Labriel.
Sementara itu, Purwo Subekti, yang merupakan Dekan dari Fakultas Teknik, Universitas Pasir Pengaraian (UPP), menilai jika model pendampingan ini dapat menjadi rujukan bagi UPP dalam melakukan pembinaan ke desa-desa.
“Sebagai akademisi dengan latar belakang teknik, saya mendapat banyak wawasan baru mengenai bagaimana ilmu dan teknologi yang dapat dikontribusikan secara nyata untuk mendukung sektor pertanian,” tukasnya.

