• 13 July 2026

Beras Hingga Minyak Goreng Alami Lonjakan Harga

uploads/news/2026/07/beras-hingga-minyak-goreng-16719a0bc665cee.jpeg

Jagad Tani - Memasuki pekan kedua bulan juli tahun 2026, sejumlah produk pangan pokok mengalami lonjakan harga di berbagai daerah di Indonesia, termasuk dengan kenaikan harga beras, bawang putih, hingga minyak goreng.

Amalia Adininggar Widyasanti, selaku Ketua Badan Pusat Statistik (BPS), menjelaskan bahwa komoditas bawang putih saat ini sudah mencapai harga Rp42.411/kg, secara rata-rata nasional, dan sudah jauh di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) konsumen. Saat ini, setidaknya ada sebanyak 269 Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Baca juga: Kelompok Tani Milenial Tanam 12.000 Bibit Cabai

"Bawang merah saat ini sudah mencapai harga tertinggi hingga Rp100.000/kg di beberapa daerah seperti Kabupaten Puncak, Kabupaten Pegunungan Bintang, serta Kabupaten Intan Jaya,” ungkap Amalia saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/7).

Selain itu, menurutnya, beras, dan minyak goreng juga perlu mendapatkan perhatian walaupun perubahan IPH-nya relatif rendah, akan tetapi level harganya sudah sangat tinggi. Harga kedua komoditas tersebut mahal, dikarenakan penurunan atau kenaikan harganya memang sudah tidak terlalu besar, tetapi level harganya masih tinggi.

Dalam catatan BPS harga rata-rata nasional harga minyak goreng kini mencapai Rp20.224/liter, dan sebanyak 97 Kabupaten/kota (26,94%) wilayah Indonesia yang mengalami kenaikan IPH, harga komoditas tersebut dinilai masih perlu menjadi perhatian. Harga minyak goreng Minyakita di pasar rakyat kinipun melampaui harga eceran tertinggi (HET).

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), rata-rata harga Minyakita saat ini sudah mencapai Rp16.380/liter, dan sudah berada di atas HET sebesar Rp15.700/liter.

Tercatat ada sekitar 40 kabupaten/kota masih mengalami kenaikan harga Minyakita, dengan lonjakan tertinggi terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara (Malut) yang naik sekitar 44,59%.

Sementara itu, harga beras nasional saat ini tercatat mencapai Rp15.499/kg, bahkan tercatat sekitar 128 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga hingga pekan kedua bulan Juli 2026. Sedangkan untuk Provinsi Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan harganya stabil.

Adapun provinsi Jawa Timur, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, mulai mengalami penurunan harga beras. Untuk harga tertinggi berada di Kabupaten Pegunungan Bintang harganya mencapai Rp50.000/kg, Kabupaten Intan Jaya Rp48.759/kg, dan Kabupaten Puncak Rp45.000/kg.

"Dengan demikian yang perlu mendapatkan perhatian kita saat ini adalah bawang putih, beras, dan minyak goreng," tukas Winny saat memaparkan laporan data BPS dihadapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

Related News