• 24 July 2026

Jepang Alami Panas Ekstrem, Produksi Telur Turun

uploads/news/2026/07/jepang-alami-panas-ekstrem--1397138da459f9e.png

Jagad Tani - Cuaca panas ekstrem yang melanda banyak negara, tidak hanya berdampak parah di kawasan Eropa, melainkan juga berdampak ke kawasan Asia Timur, termasuk Jepang. Bahkan efek dominonya, juga berdampak pada produktifitas ayam.

Melansir dari NHK World Japan, seorang peternak unggas di Jepang tengah, mengatakan bahwa jumlah telur yang dihasilkan ayam betina menurun karena wilayah tersebut dilanda oleh cuaca panas ekstrem.

Baca juga: Pantauan Harga Bawang Putih Pasar Kramat Jati

Perusahaan unggas yang berkantor pusat di Kota Obu, Prefektur Aichi, tersebut, setidaknya memelihara sekitar 100.000 ekor ayam, termasuk lebih dari 20.000 ekor ayam merek premium lokal Nagoya Cochin. Perusahaan ini mengirimkan sekitar 80.000 butir telur setiap hari.

Namun, akhir-akhir ini tercatat lebih dari 100 ayam mati, di sana, terhitung dari Selasa (21/07) hingga Kamis (23/07) pagi. Kota Obu bahkan dilanda oleh gelombang panas yang menyengat, dengan suhu tertinggi mencapai 39 derajat Celsius.

Hal tersebut menyebabkan ayam-ayam betina kehilangan nafsu makan karena suhu yang tinggi, dan akibatnya menghasilkan produksi telur yang lebih sedikit dari hari biasanya.

Dalam keterangannya, perusahaan tersebut mengatakan bahwa pengiriman telurnya sejauh ini turun sekitar 5% pada pekan ini jika dibandingkan dengan pekan lalu. Disebutkan bahwa proporsi telur berukuran kecil meningkat.

Eksekutif tertinggi perusahaan mengatakan pada tahun lalu ayam-ayam secara bertahap dapat beradaptasi dengan panas, tetapi tahun ini ayam tersebut tidak mampu beradaptasi dengan panas karena suhu naik sangat tajam.

Ditambahkan pula bahwa panas pada tingkat seperti ini belum pernah dialami sebelumnya sehingga perusahaan tengah mempertimbangkan langkah lebih lanjut.

 

Sumber: NHK World Japan

Related News