• 24 July 2026

Sepele Tapi Berguna, Buang Air Kolam Otomatis

uploads/news/2026/07/buang-air-kolam-otomatis-90392a36e674493.jpeg

Jagad Tani - Saat kolam membudidaya ikan dengan sistem bioflok di ruang terbuka, resiko terkena air hujan bisa membuat ikan stres, akibat perubahan pH air, penurunan suhu air, risiko air meluap, hingga guncangan pada kestabilan flok seringkali terjadi.

Namun Dzawil Muhajir, selaku pemilik dari Garden Office Farm, yang merupakan salah satu pembudidaya Nila dengan sistem bioflok di daerah Citayam, Kabupaten Bogor, memiliki beberapa tips penting yang dilakukan saat kolamnya terkena air hujan.

Baca juga: Pantauan Harga Bawang Putih Pasar Kramat Jati

"(Ini kan enggak ada atapnya), jadi kita memakai metode dua pembuangan, ini sepele tapi sangat berarti. Kenapa? Karena ketika hujan turun, air hujan itukan tidak buru-buru langsung tercampur dengan air yang di dasar kolam," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dzawil menjelaskan bila seorang pembudidaya menggunakan sistem pembuangan otomatis, biasanya penggunaan metode ini, sistem kontrolnya berada di luar. Sehingga menyebabkan air yang lama keluar, sedangkan si air hujan-nya malah tertampung di dalam.

"Tampak Pipa pembuangan di luar kolam dan di dalam kolam" (Foto: Rifqi Dias Mahendra/Jagad Tani).
 

"Nah (belajar) dari sini, kita (akhirnya) memakai dua (metode pembuangan). Jadinya, yang satu (berada) di dalam kolam, (dengan pipa pembuangannya tingginya) sesuai (dengan) ketinggian air, yang satu(nya) di luar kolam," terangnya kepada Jagad Tani.

Fungsi dari metode pembuangan air di dalam kolam ini, menurut Dzawil, jika air hujan masuk ke dalam kolam, dan menyebabkan volume air naik, pada saat air kolam meluap, maka air hujannya keluar dengan sendiri dari dalam kolam melalui pipa pembuangan.

"Ini pembuangan dalam, ketika nanti air hujan (masuk ke kolam, maka) otomatis air hujannya langsung terbuang. Paling (air) yang tercampur (dengan air hujan) itu cuman beberapa persen saja," sambungnya.

Sementara itu, untuk metode pembuangan yang ada di luar kolam, pipa pembuangannya justru dibuat lebih tinggi dari pada pipa pembuangan yang ada di dalam kolam, dikarenakan berfungsi untukmembantu menguras air hujan, supaya lebih cepat keluar.

"Selain itu, (juga berfungsi) untuk membuang kotoran yang di dasar (kolam). Jadi biar nanti ketika air (kolam) meluap, kena air hujan, keluarnya dari sini (kolam dalam dan kolam luar bisa membesihkan kotoran di dasar kolam)," tukasnya.

"Saluran pembuangan air akhir, dari pipa (luar dan dalam), yang terletak di samping kolam budidaya" (Foto: Rifqi Dias Mahendra/Jagad Tani).
 

Melalu penggunaan metode tersebut, setidaknya di Farm milik Dzawil, bisa mengurangi tingkat kematian pada ikan, dan terbilang cukup rendah, Dzawil mengasumsikan dari jumlah tebar sekitar 6500 ikan, tingkat kematiannya dari tebar hingga panen hanya sekitar 200 ekor.

Related News