• 10 August 2026

Menjanjikan, Ekspor Udang Sulsel Tembus Rp148 Miliar

uploads/news/2026/08/menjanjikan-ekspor-udang-sulsel-15542ea5ab87043.jpg

Jagad Tani - Ekspor produk udang Indonesia asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ternyata cukup menjanjikan. Tak main-main, salah satu eksportir udang nasional di Makassar, PT. Bogatama Marinusa (PT Bomar) bahkan dalam enam bulan saja nilai ekspornya bisa menembus angka ratusan miliar. 

Menurut Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, sepanjang Semester I tahun 2026, PT Bomar bahkan telah mengekspor sebanyak 859,4 ton udang dengan nilai mencapai Rp148,2 miliar.

Baca juga: Industri Agro Indonesia, Harus Memperluas Pasar Ekspor

Dilanjutkan Sitti, volume tersebut terdiri dari 765,1 ton udang vaname senilai Rp122,5 miliar dan 94,3 ton udang windu senilai Rp25,7 miliar, yang semuanya telah diterbitkan sebanyak 69 sertifikat karantina sebagai persyaratan ekspor ke sejumlah negara tujuan, seperti Jepang, Vietnam, dan Tiongkok.

"Komitmen kami adalah memastikan setiap komoditas yang diekspor telah memenuhi seluruh persyaratan karantina sehingga dapat diterima negara tujuan tanpa hambatan," ungkapnya, pada siaran pers Jumat (7/8). 

Pelayanan karantina dinilai Sitti memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran ekspor komoditas perikanan dari Sulsel. Setiap produk yang diekspor harus dipastikan memenuhi seluruh persyaratan teknis dan kesehatan sesuai ketentuan negara tujuan.

"Sertifikasi karantina menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk perikanan Indonesia. Selain memastikan komoditas bebas dari penyakit, sertifikasi juga menjamin pemenuhan persyaratan sanitasi dan keamanan pangan sesuai standar internasional," terang Sitti Chadidjah.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, menyatakan pelayanan karantina terus diperkuat untuk menjaga kelancaran ekspor komoditas perikanan Indonesia, agar setiap produk yang dikirim ke luar negeri memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, dan ketertelusuran yang dipersyaratkan negara tujuan.

Dalam kunjungannya di PT Bogatama Marinusa, menurut Karding, perusahaan tersebut secara konsisten telah mengekspor produk udang ke berbagai negara dengan dukungan sistem pengendalian mutu yang terintegrasi dengan layanan karantina.

Melalui peninjauannya seluruh tahapan produksi, mulai dari proses pengolahan (breaded process), pengemasan, hingga pemeriksaan karantina sebelum komoditas diberangkatkan ke negara tujuan, berjalan sesuai prosedur.

Related News