• 11 August 2026

Petani Penajam Terima Kepastian Serapan Gabah Kering

uploads/news/2026/08/petani-penajam-terima-kepastian-55284f2afb4076f.jpg

Jagad Tani - Penyerapan gabah kering panen (GKP) oleh Bulog di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, diharapkan mampu mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, terutama petani.

Hal itu dijelaskan oleh Gunawan, selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Penajam Paser Utara. Menurutnya, sejak adanya kebijakan dari pihak Bulog untuk menyerap GKP dengan harga Rp6.500 per kilogram (Kg), petani jadi terpacu untuk menggarap lahan persawahan.

Baca juga: Sungai Batanghari Tercemar, Ikan Budidaya Keramba Mati

"Tengkulak juga membeli GKP di atas harga Bulog menjadi pemicu petani menanam padi, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian kabupaten dan kesejahteraan petani," ungkap Gunawan dikutip dari Antara, Selasa (11/8).

Pada saat ini, Gunawan menilai jika petani di PPU akan memulai proses panen padi periode tanam kedua April hingga September 2026, di saat musim kemarau berlangsung. Realisasi tanam padi 6.500 hektare pada masa tanam kedua, dan 700 hektare mulai proses panen.

Iapun mengharapkan agar target produksi padi pada periode tanam kedua 2025/2026 tersebut tetap tercapai, meskipun panen dilakukan di tengah kondisi musim kemarau.

Diperkirakan bahwa puncak panen, pada musim tanam kedua ini akan berlangsung di antara akhir bulan Agustus ataupun di awal bulan September 2026, dengan potensi panen mencapai 22.000 ton gabah kering panen (GKP).

"Pemerintah kabupaten telah melakukan koordinasi dengan Bulog untuk penyerapan GKP petani pada masa tanam kedua," tukasnya.

Sebagai informasi, untuk realisasi tanam padi pada musim tanam pertama 2025/2026, Oktober 2025 hingga Maret 2026 yang mencapai 7.118 hektare ini hasil panennya sekitar 24.500 ton GKP, dengan jumlah serapan Bulog, yakni sekitar 9.000 ton GKP.

Related News