Warga Distrik Muara Tami, Terima Pelatihan Perikanan
Jagad Tani - Masyarakat di Kampung Skow Yambe, dan Kampung Skow Sae di Distrik Muara Tami, dan pemuda Gereja Port Numbay, mendapatkan bantuan peralatan pengolahan perikanan serta verifikasi produk hasil perikanan oleh Dinas Perikanan Kota Jayapura, Papua.
Setidaknya, melalui program tersebut ada sebanyak 21 penerima manfaat yang disasar, terdiri dari 5 orang dari Kampung Skow Yambe, 5 orang dari Kampung Skow Sae, dan 11 orang pemuda Gereja Port Numbay.
Baca juga: Petani Penajam Terima Kepastian Serapan Gabah Kering
Menurut Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, keberlanjutan jadi tantangan pengembangan usaha di masyarakat. Pemerintah kampung diharapkan ikut memberi dukungan lewat alokasi dana kampung, sehingga usaha yang dirintis tidak berhenti saat program bantuan dan pelatihan selesai.
"Setiap penerima mendapatkan paket peralatan pengolahan hasil perikanan. Bantuan tersebut antara lain food processor, stainless steel basket, timbangan digital, dandang, wajan, kompor, serta sejumlah peralatan penunjang pengolahan lainnya," ungkapnya melalui Antara, dikutip Selasa (11/8).
Matheys menambah kan bahwa dalam pelatihan tersebut, para peserta diarahkan untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengolah hasil perikanan, agar produknya memiliki nilai ekonomi dan bisa dikembangkan menjadi berbagai produk usaha.
"Tujuan kegiatan ini dalam rangka mendorong pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi bagi masyarakat," terangnya.
Sementara itu, Rustan Saru selaku Wakil Wali Kota Jayapura, mengatakan bila program tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membuka ruang di masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP), untuk mengembangkan usaha produktif dan menciptakan lapangan kerja.
“Ini merupakan salah satu bentuk manifestasi dari program dan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk memberikan ruang kepada usaha kecil dan menengah dalam menciptakan lapangan kerja bagi Orang Asli Papua,” ujar Rustan.
Melalui bantuan peralatan dan pelatihan tersebut, Rustam berharap agar mereka tidak berhenti sebagai program bantuan, tetapi mampu menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun usaha pengolahan hasil perikanan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan keterampilan, kualitas produk, kemasan, pemasaran, dan pendampingan yang berkelanjutan, produk olahan perikanan masyarakat diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Jayapura.
"Diharapkan bantuan peralatan yang diberikan harus dimanfaatkan secara optimal dan sesuai dengan peruntukannya. Para penerima juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari tenaga profesional dari kementerian yang membidangi kelautan dan perikanan," ujarnya.
Lewat pelatihan pengolahan dan verifikasi produk hasil perikanan ini diharapkan masyarakat di kampung lebih memahami cara mengolah ikan sehingga menghasilkan banyak produk tetap, serta membuat kemasan yang menarik agar bisa dilirik oleh para pembeli.
"Apabila produk hasil olahan perikanan mampu dipasarkan dengan baik maka akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal," tandasnya.

