Musik Rock Bikin Bobot Ayam Pedaging Naik
Jagad Tani - Tahukah Sahabat Tani, ternyata musik rock yang selama ini terdengar gahar dan lantang, dan banyak digemari oleh para pecinta aliran musik keras, ternyata memiliki manfaat lain dalam dunia peternakan, yakni bisa bermanfaat dalam menaikkan bobot ayam petelur.
Hal tersebut dibuktikan lewat penelitian Rendi Setiawan, saat memenuhi tugas akhirnya berupa Skripsi, yang mengangkat judul Pengaruh Genre Musik Terhadap Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan, dan Konversi Pakan pada Ayam Pedaging.
Baca juga: Peternak Unggas Menjerit, Rakor Perunggasan Digelar
Adapun tujuan dari penelitiannya, supaya bisa mengetahui bagaimana pengaruh dari sebuah genre musik, terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, serta konversi pakan pada ayam pedaging.
"Sehingga nantinya dapat digunakan masyarakat khususnya peternak untuk meningkatkan hasil produksinya dan dapat mengetahui genre musik yang tepat untuk meningkatkan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan menurunkan konversi pakan pada ayam pedaging," tulis Rendi dalam penelitian dikutip Kamis (13/8).
Penelitian yang dilakukan di kandang milik Agung, seorang peternak di Desa Kedung Padang, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ini berlangsung pada tanggal 12 Desember 2020 hingga 15 Januari 2021.
Setidaknya, ada sebanyak 60 ekor ayam pedaging yang dilibatkan dalam penelitian, dan dilakukan setelah ayam-ayam tersebut lepas dari masa brooding (umur 14 hari) atau setelah anak-anak ayam melewati masa perawatan.
"Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan dimana setiap ulangan berisi 4 ekor ayam pedaging sehingga jumlah day old chick (DOC) yang diperlukan adalah 60 ekor," ungkapnya.
Sementara itu, metode yang digunakan Rendi dalam penelitiannya, yaitu melalui percobaan (eksperimental) menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 perlakuan (P) yakni P0= tanpa paparan musik; P1= paparan musik klasik; dan P2 = paparan musik rock.
"(Musik yang diperdengarkan pada ayam) menggunakan speaker atau music box," paparnya. "Masing-masing selama 6 jam mulai pukul 09.00-15.00 dan diukur volumenya antara 75-80 db (kebisingan pada kawasan perdagangan dan industri)."
Setiap perlakuan (P0-P2), papar Rendi, memiliki 5 Kandang yang masing-masingnya di isi 4 ekor ayam pedaging, sehingga ada 15 unit kandang percobaan, dengan diperdengarkan sebanyak lima kali pengulangan. Hasilnya di luar dugaan, sebab, ada perbedaan bobot antara (P1) dan (P2).
Berdasarkan rerata jumlah konsumsi pakan tertinggi pada P2 yakni 2559,40 g/ekor/3 minggu, dengan kenaikan jumlah konsumsi per hari yakni 200,62 g/ekor/3 minggu. Sedangkan yang terendah, yaitu P1 dengan 1894,70 gram per ekor selama 3 minggu, serta kenaikan jumlah konsumsi 227,54 g/ekor/3 minggu.
Untuk rerata pertambahan bobot badan (PBB) tertinggi di P2 ialah 1477,15 g/ekor/3 minggu dan kenaikan bobot perharinya 131,47 g/ekor/3 minggu dan PBB yang terendah ada pada P1 yakni 1180,55 g/ekor/3 minggu, serta rerata kenaikan per hari 60,99 g/ekor/3 minggu.
"Dapat disimpulkan bahwa pemberian musik genre rock memberikan pengaruh yang terbaik yakni dapat meningkatkan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan menurunkan konversi pakan," simpulnya.
Untuk musik rock yang diberikan, di antaranya lagu AC/DC - Highaway To Hell, Metallica - Nothing Else Matters, Nirvana - Smell Like Teen Spirit, Guns N Roses - Knockin’ On Heaven’s Door, The Beatles - Don’t Let Me Down, hingga lagu Queen - Bohemian Rhapsody.
"Hal ini diduga bahwa pemberian musik dapat mempengaruhi hormonal ayam pedaging sesuai dengan tempo dan ritme dari genrenya masing-masing," tandasnya.

