• 23 August 2026

Kopi Petani Gunung Halu Meluncur ke Inggris

uploads/news/2026/08/kopi-petani-gunung-halu-857415acbcff71f.jpg

Jagad Tani - Biji kopi mentah (green bean) specialty yang ditanam petani kawasan Gunung Halu, Jawa Barat, dan diproduksi oleh Java Halu Coffee, akhirnya di ekspor sebanyak 26 ton ke Inggris dari Kabupaten Bandung Barat, senilai USD 250 ribu atau setara Rp3,9 miliar pada Selasa (18/8) lalu.

Rani Mayasari, selaku owner dari Java Halu Coffee  menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah mendampingi Java Halu Coffee dalam mengembangkan usaha dan pasar ekspor sejak 2019, termasuk kontribusi dari para petani kopi.

Baca juga: Walet Banten Catatkan Ekspor Senilai Rp38,7 Miliar

“Satu momen membanggakan kami bisa menyumbangkan devisa bagi negara dan khususnya perekonomian Jawa Barat. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi yang sangat strategis,” ungkap Rani dalam siaran resmi dikutip Sabtu (22/8). 

Menariknya, dalam proses produksi pihak Java Halu turut melibatkan sekitar 20 petani dan 200 kepala keluarga petani di kawasan Gunung Halu. Bahkan produksi kopi ceri di kawasan tersebut mencapai sekitar lima ton setiap hari, dan sekitar 80% aktivitas di Halu Farm melibatkan perempuan.

Pengembangan pasar ekspor sejak tahun 2019 menurut Rani, produk kopinya hingga saat ini telah diterima di sejumlah pasar internasional, seperti kawasan Timur Tengah, Jepang, Australia, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan, ekspor kopi Java Halu Coffee semakin membuktikan potensi kopi Indonesia di pasar internasional. 

“Pelepasan ekspor kali ini merupakan bukti nyata bahwa UMKM yang diberikan wadah dan pendampingan tepat sanggup menembus pasar dunia. Semoga pelepasan ekspor ini menjadi pemantik semangat bagi UMKM kopi lainnya,” ujar Puntodewi.

Menurutnya, perluasan pasar ekspor kopi Java Halu Coffee merupakan hasil proses panjang, konsistensi mutu, dan kolaborasi multipihak. Sehingga mampu menjangkau akses pasar internasional.

“Rekam jejak Java Halu Coffee di panggung internasional cukup jelas. Pada 2023, Java Halu Coffee kami fasilitasi untuk tampil pada World of Coffee di Athena, Yunani, serta International Coffee & Chocolate Exhibition di Riyadh, Arab Saudi,” ungkapnya.

Selain itu, pengembangan ekspor kopi dinilai Puntodewi tidak cukup jika hanya mengandalkan ekspor biji kopi mentah. Sebab Indonesia perlu mendorong pengembangan produk kopi bernilai tambah serta memperkuat identitas dan merek kopi Indonesia di pasar global. 

“Indonesia tidak kekurangan kopi berkualitas. Kita memiliki kopi dari berbagai daerah dengan karakteristik dan cita rasa yang berbeda. Keunggulan tersebut perlu diterjemahkan menjadi diferensiasi produk dan kekuatan merek yang mampu memberikan nilai tambah lebih tinggi,” tegas Puntodewi.

Tentunya peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan perbaikan rantai pasok. Kopi dari tingkat petani perlu terkoneksi dengan pengolah, agregator, roastery, eksportir, hingga buyer internasional, supaya bisa memenuhi tuntutan pasar global.

“Semakin besar nilai tambah yang kita ciptakan di dalam negeri, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat dan semakin luas kesempatan kerja yang tercipta,” imbuhnya.

Adapun Erwan Setiawan selaku Wakil Gubernur Jawa Barat, menilai pelepasan ekspor Java Halu Coffee menggunakan truk kontainer berkapasitas 40 feet ini, menunjukkan bahwa potensi dan kualitas kopi Jawa Barat mampu menembus pasar internasional.

“Pelepasan ekspor ini menjadi bukti bahwa kopi Jawa Barat memiliki potensi dan kualitas untuk menembus pasar ekspor,” tandas Erwan.

Related News