Begini Cara Pati Mengatasi Bau Bangkai Sapu-Sapu
Jagad Tani - Ribuan ikan sapu-sapu yang mati akibat mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana, membuat warga Pati mengeluhkan baunya yang menyeruak. Bangkai ikan sapu-sapu inipun bakal diambil dan dikubur di lahan kosong sekitar sungai.
Menurut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, dia sudah mengecek lokasi dan jusah telah bertemu dengan warga serta perangkat desa setempat.
Baca juga: Pelaku Pembakaran Hutan di Baluran Tertangkap
Diketahui, warga mengeluhkan bau bangkai ikan sapu-sapu yang mengganggu. Karenanya, mereka meminta agar dibuka aliran air dari waduk untuk menggenangi sungai. Sehingga, aliran air ini diharapkan bisa mencukupi untuk kebutuhan pengairan pertanian milik warga.
“Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali, sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu,” kata Urip, dalam keterangan pers-nya, dikutip Rabu (9/9).
Dalam menangani bau bangkai ikan sapu-sapu tersebut, pihaknya bersama dengan Pemkab Pati sepakat akan segera memindahkan, agar bau tak lagi mengganggu. Rencananya, bangkai akan diambil dan dikubur di sekitar Bendung Karet.
“Ada lahan kosong. Bangkai nanti dikubur agar bau tidak lagi mengganggu,” sambung Urip.
Adapun untuk penyelesaianya, Urip memperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar sepekan, mengingat perlunya mendatangkan alat berat yang digunakan untuk menggali tanah.
Sedangkan perihal aliran air untuk pertanian, Urip juga menjelaskan jika hal itu juga membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dengan instansi yang menaunginya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Luwito Kito, menjelaskan bahwa kejadian mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana ini merupakan kejadian yang kedua, setelah sebelumnya terjadi pada tahun 2024.
Pihaknya meminta agar bau bangkai ikan sapu-sapu ini segera diatasi, sehingga tak menimbulkan dampak negatif lainnya seperti penyebaran penyakit. Iapun berharap, supaya air waduk bisa dialirkan di sungai, seperti permintaan petani yang berada di sekitar lokasi.
“Permintaan kami, air dialirkan lagi untuk pertanian dan bau bangkai ikan tertangani,” tegas Luwito.

