Hasilkan Cuan Hingga Rp8 Juta/Bulan dari Kamar
Jagad Tani - Di masa sekarang, keterbatasan lahan bukanlah sebuah kendala dalam menjalankan usaha pertanian, bahkan di lahan sempit seperti kamar sekalipun, sudah mampu menghasilkan cuan.
Hal tersebut sudah dipraktikkan oleh Hernando selaku Kepala Produksi Bogor Microgreens, yang berlokasi di Cimanggu, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Ia bahkan sudah menyulap ruangan kamar jadi ruang pertanian, sejak bulan April 2026 lalu.
Baca juga: Kandang Ayam Dingin, Gunakan Dua Kayu Ini
"Jadi (Bogor Microgreens) itu tempat budidaya microgreens, ini kita pakai kamar karena buat zaman sekarang bertani agak sulit ya kalau di lahan yang besar (karena keterbatasan lahan juga)," ungkapnya.
Iapun melanjutkan bahwa saat memulai usaha, ia menangkap peluang tersebut justru dari hal-hal terdekat, termasuk ketika memanfaatkan ruangan kamar menjadi tempat produksi microgreens.
"Jadi jangan kepikiran (mencari peluang usaha yang) jauh-jauh (diri kita). Lihat dari hal-hal di hal-hal sekeliling (dulu). (Karena) sebenarnya peluang itu ada," ujarnya.
Selain memanfaatkan ruangan yang terbatas, Hernando menilai budidaya microgreens juga memiliki peluang pasar yang tinggi sebab masih sedikitnya para pelaku usaha. Sementara pangsa pasarnya dinilai cukup tinggi, dikarenakan banyak peminatnya.
"Jadi akhirnya kita masuk untuk budidaya microgreens, karena kita ngelihat peluang itu sih, dari dari pasar ternyata banyak peminat, tapi sedikit (orang) yang membudidayakan microgreens ini," jelas lulusan Agribisnis ini.
Menurutnya, kebanyakan pelaku usaha pertanian tersebut bergerak di bidang pertanian konvensional yang memerlukan lahan yang luas ataupun menggunakan pertanian hidroponik, sampai akhirnya Hernando dan rekannya memutuskan terjun ke budidaya microgreens.
Dilanjutkan bahwa, menjalankan untuk jenis ini di skala kecil, modal yang dibutuhkan yakni di kisaran Rp10 juta sampai Rp15 juta, yang bisa digunakan kebutuhan rak, lampu, tray semai, cocopeat hingga benih-benih tanaman.
Sementara untuk jenis tanamannya bermacam-macam, mulai dari pea shoot, radish, brokoli, ada red amaranth. Adapun masa panennya yaitu sekitar 7-14 hari, tergantung dari jenis tanamannya.
Penjualannya pun Hernando selain menjual ke beberapa restoran, hingga cafe, juga ada penjualan online melalui WA, Instagram, TikTok hingga Shopee. Harga yang ditawarkan pun bermacam-macam, misalkan untuk pea shoot harganya Rp65.000/100 gram.
"Omset (yang) kita (dapatkan) satu bulan (itu) bisa Rp5 juta sampai 8 juta," pungkasnya.

