• 14 October 2026

Hasilkan Cuan Hingga Rp8 Juta/Bulan dari Kamar

Jagad Tani - Di masa sekarang, keterbatasan lahan bukanlah sebuah kendala dalam menjalankan usaha pertanian, bahkan di lahan sempit seperti kamar sekalipun, sudah mampu menghasilkan cuan.

Hal tersebut sudah dipraktikkan oleh Hernando selaku kepala produksi Bogor Microgreens, yang berlokasi di Cimanggu, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Ia bahkan sudah menyulap ruangan kamar jadi ruang pertanian, sejak bulan April 2026 lalu.

Baca juga: Kandang Ayam Dingin, Gunakan Dua Kayu Ini

"Jadi (Bogor Microgreens) itu tempat budidaya microgreens, ini kita pakai kamar karena buat zaman sekarang bertani agak sulit ya kalau di lahan yang besar (karena keterbatasan lahan juga)," ungkapnya.

Menurut Hernando, kebanyakan pelaku usaha di sektor pertanian masih bergerak di pertanian konvensional yang memerlukan lahan luas atau budidaya hidroponik. Namun, ia bersama rekannya justru memutuskan terjun ke budidaya microgreens. 

Dilanjutkan bahwa saat memulai usaha, ia menangkap peluang tersebut justru dari hal-hal yang ada di sekitar, termasuk ketika memanfaatkan ruangan kamar menjadi tempat produksi microgreens.

"Jadi jangan kepikiran (mencari peluang usaha yang) jauh-jauh (dari diri kita). Lihat dari hal-hal (yang ada) di sekeliling (dulu). (Karena) sebenarnya peluang itu ada," ujarnya.

Selain memanfaatkan ruangan yang terbatas, Hernando menilai budidaya microgreens juga memiliki peluang pasar yang tinggi, karena para pelaku usaha di bidang ini masih sedikit, sedangkan pangsa pasarnya dinilai cukup tinggi, sebab banyak peminatnya.

"Jadi akhirnya kita masuk untuk budidaya microgreens, karena kita ngelihat peluang itu sih, dari pasar ternyata banyak peminat, tapi sedikit (orang) yang membudidayakan microgreens ini," jelas lulusan program studi (Prodi) Agribisnis ini.

Dalam menjalankan usaha ini, menurut Hernando, pada skala kecil, modal yang dibutuhkan berada di kisaran Rp10 juta sampai Rp15 juta, yang bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan rak, lampu, tray semai, cocopeat hingga benih-benih tanaman. 

Sementara untuk jenis tanaman yang bisa dipilih untuk microgreens bisa bermacam-macam, mulai dari pea shoot, radish, brokoli, ada red amaranth. Adapun masa panennya yaitu sekitar 7-14 hari, tergantung dari jenis tanamannya.

Terkait pemasaran, selain dijual ke beberapa restoran dan cafe, Hernando juga melakukan penjualan produk via online menggunakan WA, Instagram, TikTok hingga Shopee. Harga yang ditawarkan pun bermacam-macam, misalkan untuk pea shoot harganya Rp65.000/100 gram.

"Omset (yang) kita (dapatkan) satu bulan (itu) bisa Rp5 juta sampai 8 juta," pungkasnya.

Related News