Cara Memasarkan Sayur Microgreens Ala Bogor Microgreens
Jagad Tani - Sebagai salah satu sayuran yang masih jarang dikenal oleh masyarakat secara umum, tentunya sayur microgreens atau benih sayuran muda yang berusia di kisaran 7-14 hari ini mempunyai niche tersendiri, untuk dipasarkan.
Menurut Hernando, selaku Kepala Produksi dari Bogor Microgreens, yang berlokasi di Cimanggu, Kabupaten Bogor, ada beberapa cara yang sudah dilakukan dalam memasarkan produknya.
Baca juga: Hasilkan Cuan Hingga Rp8 Juta/Bulan dari Kamar
"Kita lumayan jor-joran sih (untuk pemasaran, caranya) kita chat satu per satu (calon pembeli) mulai dari resto, cafe, hotel, semuanya kita chat. (Kemudian) kita kasih sampel juga ke resto-resto dan alhamdulillahnya ada beberapa yang minat buat pakai (produk) kita," ujarnya.
Dilanjutkan bahwa tantangan dalam membudidaya sayur microgreens ini memang terletak pada penjualan, hal ini dikarenakan pangsa pasarnya cukup niche atau segmen pasar yang terbatas.
"Jadi (pangsa pasarnya) enggak begitu besar daripada (pangsa pasar) sayuran hidroponik atau sayuran dewasa lainnya. Jadi untuk mencari pasar atau cari pembelinya agak tricky," ujar lulusan program studi (Prodi) Agribisnis ini.
Selain menggunakan metode penawaran langsung kepada calon pembeli, pemasaran yang dilakukan agar konsumen bisa menghubungi langsung juga dilakukan metode pemasaran via WA, Instagram, TikTok hingga Shopee.
Memiliki bekal sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian, sehingga membuat Hernando terbersit untuk terjun di bidang yang sama, sampai akhirnya ia berani membangun usaha tersebut sejak April 2026, bersama rekannya.
"Untuk membangun (usaha) ini, saya berdua sama teman kepikiran buat bisnis di bidang pertanian dan (akhirnya) mulai cari-cari pasar, ternyata ada orang yang butuh banyak microgreens, akhirnya kita budidaya microgreens," terangnya.
Ia pun menjelaskan bahwa di lahan produksi miliknya bahkan dibuat di dalam kamar, dan mampu menampung berbagai macam jenis tanaman untuk microgreens, pea shoot, radish, brokoli, hingga red amaranth.
"Cuman emang yang paling best seller si pea shoot ini. Mungkin karena emang dari rasanya itu banyak di cerna atau mudah diingat sama masyarakat lidah Indonesia, jadi kebanyakan cafe-cafe sama resto-resto pakainya pea shoot ini," tukasnya.

