• 15 September 2026

Siasat 'Kere Aktif' Peternak Jangkrik Atasi Permasahalan

uploads/news/2026/09/siasat-kere-aktif-peternak-668469b53f0cc7f.jpeg

Jagad Tani - Kondisi ruangan yang sempit dengan sirkulasi udara terbatas, bisa memperparah risiko stres pada ternak jangkrik yang membutuhkan lingkungan lembap untuk tumbuh dengan optimal.

Demi mengatasi kondisi tersebut, seorang peternak jangkrik, Nanto, punya jurus rahasia dalam menyiasatinya dengan cara ekonomis namun tetap efektif, yakni lewat siasat kere aktif. Sebuah solusi untuk tetap aktif dan produktif yang anggarannya bisa diminimalisir.

Baca juga: Hasilkan Cuan Hingga Rp8 Juta/Bulan dari Kamar

Adapun cara mengantisipasi kematian jangkrik akibat dehidrasi saat cuaca panas, pasokan gedebog (batang pisang) di dalam boks harus ditambah lebih banyak dari biasanya. Gedebog pisang ini berfungsi sebagai sumber air minum utama bagi jangkrik.

"Kalau cuaca panas banget, jangkrik gampang mati. Solusinya, kita kasih gedebog pisang agak banyak," ujarnya saat ditemui di lokasi budidaya jangkriknya, di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (05/09).

Menurutnya, dikarenakan jangkrik dewasa (indukan) sangat boros dalam mengonsumsi pakan, sedangkan gedebog pisang harus diganti setiap hari, maka pergantian ini biasanya dilakukan di sore hari saat batang pisang sebelumnya sudah mulai mengering.

Sementara itu, untuk jangkrik yang masih kecil atau bayi jangkrik, tingkat konsumsinya belum seaktif indukan. Batang pisang di boks anakan umumnya bisa bertahan lebih lama dan baru diganti setiap 3 hari sekali.

Menariknya, Nanto mempunyai strategi tersendiri, baginya peternak tidak perlu repot-repot membuang sisa batang pisang yang lama, ketika hendak memberi yang baru, yakni cukup melakukan sistem tumpuk, dengan menimpanya langsung di dalam boks.

Tumpukan batang pisang ini, sambungnya, dibiarkan menumpuk di dalam kandang bersama media sarang berupa daun pisang kering (kelaras). Semua sisa gedebog kering tersebut baru akan dibuang sekaligus saat masa panen tiba.

Akan tetapi, tantangan juga biasanya muncul pada saat musim kemarau panjang, di mana pohon pisang juga ikut mengering dan gedebog segar menjadi sulit dicari. Demi mengatasinya, peternak harus berburu ke kebun-kebun milik warga sekitar.

"Kita cari dari kebun orang yang pisangnya sudah diambil (ditebang). Itu kan biasanya tidak terpakai lagi. Jadi modalnya gratis, kita hanya perlu keluar modal untuk pakan saja," tutur.

Selain permasalahan kondisi cuaca, hama semut juga turut diwaspadai oleh Nanto di lokasi budidaya jangkriknya. Hal ini dikarenakan semut yang naik ke dalam boks bisa mengganggu perkembangan koloni jangkrik.

Untuk mengantisipasi hal itu, iapun menggunakan metode proteksi sederhana namun cukup ampuh, yakni dengan memanfaatkan oli bekas. Oli tersebut diletakkan di bagian kaki boks kandang.

"Olinya itu ditaruh di bawah kaki boks kandang, gunanya untuk menghindari semut naik ke dalam kandang. Di sini hamanya memang cuma semut saja," imbuhnya.

Sedangkan untuk mengatasi hama selain semut seperti tikus, Nanto juga membagikan tipsnya, yaitu dengan cara memasangkan penutup boks nya menggunakan jaring kawat. Selain melindungi, jaring kawat dinilai tidak menghalangi sirkulasi udara masuk ke dalam boks, sehingga suhunya bisa tetap terjaga meski berada di musim kemarau dan kondisi cuaca sedang panas.

Related News