Sumber Air Disiapkan, Jelang Panen di Merauke
Jagad Tani - Jelang panen raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, kebutuhan air dari sumber air alternatif harus disiapkan untuk mendukung titik lumbung pangan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menjelaskan bahwa sekitar bulan Oktober-November akan digelar panen raya padi di Wanam di atas lahan yang luasnya sekitar 180 hektar, dengan jumlah produksi yang bisa sekitar 130-140 ton.
Baca juga: Jaga Habitat Gajah, Masyarakat Bukit Tigapuluh Harus Dilibatkan
Adapun alternatif yang digunakan jelang panen raya, yakni dengan memanfaatkan air rawa yang estimasi ketersediaan volume airnya sekitar 160.000 meter kubik.
Sedangkan untuk alternatif lainnya yaitu memanfaatkan air tanah melalui pembangunan sumur yang sebelumnya dilakukan survei geolistrik untuk mengidentifikasi akuifer dan potensi air tanah.
Di Lokasi panen raya perdana tersebut memiliki luas pengolahan tanah mencapai 220 hektar dengan luas penanaman hingga 127 hektar. Pada lokasi tanam bagian selatan seluas 107 hektare, kebutuhan air tercatat 48.384 meter kubik dengan ketersediaan 52.410 meter kubik.
Dody menambahkan bahwa pengembangan lumbung pangan di berbagai daerah merupakan salah satu langkah penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
"(Jadi) lumbung pangan nasional (ada) di seluruh titik di Indonesia, nggak cuma satu titik di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi. Jadi begitu di sini kering, di sana masih ada hujan," jelasnya.
Pengembangan KSPEAN Wanam merupakan amanat Inpres 14 Tahun 2025, mencakup lahan seluas 10.000 hektare dengan karakteristik hidrotopografi yang berbeda, mulai dari lahan kering, semi-basah, hingga rawa.
Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengelolaan air yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan. Untuk mendukung sistem tata air di KSPEAN Wanam, pembangunan jaringan irigasi rawa dan pengendalian banjir, dinilai bakal terus dilakukan.
Hingga 25 September 2026, realisasi pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) mencapai sekitar 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer. Hal ini menunjukkan infrastruktur SDA jadi salah satu kunci pendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di Papua Selatan.
Melalui pembangunan jaringan irigasi rawa, pengendalian banjir, serta penyiapan sumber air alternatif, infrastruktur tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan lahan pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

