• 29 September 2026

Pemuda Aceh Tengah, Diajak Pelatihan Kopi Gayo

uploads/news/2026/09/pemuda-aceh-tengah-diajak-388057e35e9abf5.jpeg

Sebanyak 40 orang peserta yang merupakan perwakilan pemuda dari seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah mengikuti Pelatihan Pertanian Tanaman Kopi Gayo di Kampung Blang Gele, Kecamatan Bebesen, pada Yayasan Coffee Learning Center, Selasa (29/09).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh dari pagi hingga sore tersebut, diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Aceh Tengah.

Baca juga: Jaga Habitat Gajah, Masyarakat Bukit Tigapuluh Harus Dilibatkan

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tengah, Sukirman, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu motivasi bagi para generasi muda untuk terlibat pada bidang pertanian khususnya tanaman kopi.

“Kegiatan ini menjadi salah satu motivasi bagi para generasi muda untuk terlibat pada bidang pertanian khususnya tanaman kopi,” ujar Sukirman.

Melalui kegiatan pelatihan, para peserta pelatihan diharapkan mampu menerapkan ilmu di daerah masing-masing sehingga menjadi penyuluh swadaya di lingkungannya nanti.

“Harapan kami, para peserta mampu menerapkan ilmu di daerah masing-masing sehingga menjadi penyuluh swadaya di lingkungannya nanti,” terang Sukirman.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, memberikan motivasi kepada generasi milenial dan mengabsen peserta dari setiap kecamatan dengan memetakan potensi wilayah di masing-masing kecamatan.

lebih lanjut, Muchsin juga mendorong agar generasi muda untuk tidak hanya menjadi petani, tetapi juga harus mampu mengolah kopi menjadi produk yang bernilai jual tinggi.

“Saat ini generasi muda harus dapat mengolah kopi menjadi produk yang lebih bernilai seperti green bean atau langsung mengolah menjadi bubuk atau biji roasting,” jelas Muchsin.

Dengan diadakannya pelatihan tersebut, diharapkan lahir petani milenial yang tidak hanya terampil dalam budidaya, tetapi juga berjiwa wirausaha, mampu mengangkat nilai Kopi Gayo serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah di masa depan.

"Saat ini kita harus mengubah pola pikir bahwa petani itu menjadi momok di tengah masyarakat, banyak petani kita saat ini menjadi pengusaha besar dengan pendapatan yang tinggi," tukasnya.

Related News