• 3 October 2026

Dua Pekan, Harga Beras di Distributor Turun

uploads/news/2026/10/dua-pekan-harga-beras-5400535d0c092c6.jpg

Jagad Tani - Keberadaan beras premium di sejumlah kios di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), menunjukkan stok beras tersedia dan pasokan dari sentra produksi berjalan lancar. Bahkan sejumlah pedagang juga menyampaikan harga beras mulai mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. 

Anto, salah satu pedagang beras di PIBC, menjelaskan bahwa harga beras mulai mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir, penurunan terjadi sekitar Rp500 per kilogram di tingkat distributor. 

Baca juga: Jawa Timur Role Model Kebijakan Penyelamat Pangan

“Dua minggu terakhir ini ada penurunan, mungkin karena efek bantuan pangan. Jadi yang biasanya beli beras ke kita sudah dikasih bantuan sama (Presiden) Prabowo, jadi kebutuhan menurun. Yang beli sedikit, harga otomatis turun. Itu hukum pasar,” terang Anto. 

Dilanjutkan oleh Anto, bahwasanya harga beras medium yang sebelumnya berada dikisaran harga Rp14.000-an per kilogram, saat ini turun menjadi Rp13.000-an per kilogram.

Adapun harga beras premium yang sebelumnya berada di kisaran Rp15.000 per kilogram, turun menjadi sekitar Rp14.500 per kilogram di tingkat distributor meski penurunan belum sepenuhnya sampai ke tingkat pengecer.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPR-RI Titiek Soeharto saat melakukan pengecekan ke sejumlah kios di PIBC, pada Jumat (2/10), melihat bahwa pasokan beras yang tersedia berasal dari berbagai sentra produksi, di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Menurutnya, selain memastikan stok tersedia, pergerakan beras dari produsen dan Bulog menuju pasar, pengecer, hingga konsumen juga harus bergerak efektif. Sehingga ketersediaan beras di tingkat nasional bisa dirasakan masyarakat dalam bentuk pasokan dan harga yang terjangkau.

“Beras ini bukan hanya masalah stok saja. Tetapi juga bagaimana kita memastikan beras ini disalurkan dari produsen dan juga dari Bulog ke pasar secara efektif dan efisien, dan dari situ disalurkan lagi ke pengecer-pengecer dan juga sampai ke masyarakat, konsumen,” jelas Titiek.

Ito Hediarto, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa kondisi pasokan beras di pasar pada dasarnya tersedia, dan pihaknya akan terus mengawal agar penurunan harga di tingkat distributor dapat diteruskan hingga konsumen.

“Beras aman. Medium, apalagi. Premium penyaluran distribusinya yang kita jaga ketat. Penyalurannya sampai ke DC (pusat distribusi atau distribution center), kita tinggal kawal dari DC ke retail-retail,” jelasnya.

Ditambahkan Ito, pihak Bulog juga didorong untuk terus berkoordinasi dengan pelaku usaha perberasan dan asosiasi guna memperkuat penyaluran beras premium ke ritel modern, dan pasokan premium untuk ritel saat ini berada di kisaran 600 ton per hari.

Terkait praktik penetapan harga yang melampaui ketentuan, bagi ritel yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), telah mendapatkan teguran dan pemanggilan dalam beberapa bulan terakhir.

“Jadi poinnya adalah ketika ada oknum yang menentukan harga di atas HET, tidak ada alasan lagi. Kita lihat bersama, beras cukup, semuanya ada,” ungkap Ito.

Bahkan pelaku usaha yang melakukan pelanggaran, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pembinaan dan teguran. Penanganannya pun tidak serta-merta langsung berlanjut ke proses hukum.

“Intinya kami dari pemerintah, Bulog, dan seluruh dunia usaha bersinergi dengan pihak-pihak swasta, penggilingan-penggilingan swasta, untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan serta stabilisasi harga pangan beras di seluruh tanah air,” pungkasnya.

Related News