• 11 October 2026

PKK Kutim Ajak Anggotanya Mengolah Hasil Perikanan

uploads/news/2026/10/pkk-kutim-ajak-anggotanya-47834f9bb834fe6.jpg

Jagad Tani - Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempunyai potensi perikanan laut dan sungai yang bisa menjadi penopang pemenuhan gizi keluarga, terutama jika masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya tersebut secara optimal melalui beragam olahan ikan. 

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menilai bahwa Kutim memiliki sumber daya alam yang melimpah, baik dari daratan maupun perairan. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Baca juga: Cegah Spesies Invasif, Eceng Gondok Sungai Kuala Alam Dibersihkan

“Kabupaten Kutai Timur merupakan kabupaten yang kaya akan sumber daya, baik itu sumber daya darat maupun sumber daya air. Ada ikan laut dan juga ikan sungai, yang semuanya mempunyai potensi besar,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10). 

Menurut Robiah, pemanfaatan ikan sebagai bahan pangan keluarga perlu diiringi dengan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak dalam masa pertumbuhan.

“Kalau kita mau memanfaatkan perikanan kita, insyaallah bahan pangan yang ada di daerah kita tidak akan kekurangan,” sambungnya.

Dijelaskan oleh Robiah bahwa kebutuhan protein perlu diperhatikan sejak masa kehamilan dan berlanjut pada periode pertumbuhan anak. Pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu faktor pendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Oleh karena itu, ia menilai edukasi kepada masyarakat jadi bagian penting dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal. Kader PKK di tingkat kecamatan dan desa diharapkan bisa menyampaikan pemahaman kepada keluarga agar potensi ikan yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Keaktifan dan semangat kita dalam memberikan edukasi kepada masyarakat ini sangat diperlukan sehingga masyarakat menjadi masyarakat yang paham,” imbuhnya.

Dengan adanya beragam kreasi olahan ikan, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menghadirkan makanan bergizi di rumah, seperti mengoptimalkan potensi perikanan lokal, memperkuat edukasi gizi, serta meningkatkan kualitas konsumsi keluarga untuk mencegah stunting.

Related News