Manggis Dinobatkan Sebagai Buah Tropis Terbaik Asia
Jagad Tani - Berdasarkan data rilisan TasteAtlas pada 14 Oktober 2026, buah manggis asal Indonesia menduduki posisi pertama dalam daftar "40 Best Tropical Fruits in Asia" edisi 2026 atau "40 Buah Tropis Terbaik di Asia" dengan rate 4,3 dari 5.
Sebagai catatan tambahan, untuk sub-kategori "10 Buah Terbaik di Asia Tenggara 2026", daftarnya dirilis beberapa hari lebih awal, yaitu pada 8 Oktober 2026. Dalam daftar tersebut, manggis dari Indonesia juga berhasil menempati posisi pertama dengan skor tertinggi 4,4.
Baca juga: Bersihkan Udara Dalam Rumah, Tanam Lidah Mertua
Capaian tersebut kian mengukuhkan posisi manggis sebagai ratu buah (Queen of Fruits), dengan mengalahkan popularitas buah-buahan dari negara kawasan Asia lainnya, seperti Pisang Mas (Malaysia), Rambutan (Singapura), hingga Lizhi atau Lychee (Guangdong, China).
Memiliki nama ilmiah Garcinia mangostana, manggis merupakan buah tropis yang mempunyai citarasa buah manis, dan segar dengan daging buah berwarna putih, bertekstur lembut. Adapun kulitnya berwarna keungu-unguan dan sedikit tebal.
Selain itu, buah manggis juga kaya akan kandungan vitamin C, vitamin B9 (asam folat), vitamin B1 (tiamin), vitamin B1, vitamin B2 (riboflavin), kalori, karbohidrat, serat, hingga lemak, yang baik untuk kesehatan
Bukan cuma manggis, beberapa jenis buah asal Indonesia juga masuk ke dalam list 40 besar, di luar dari Pisang Raja (peringkat 8), komoditas buah salak bahkan menjadi nominasi terbanyak mewakili Indonesia secara berurutan.
Adapun jenis salak masuk daftar 40 besar mulai dari Salak (peringkat 28), Salak Pondoh (peringkat 29), Salak Kersikan (peringkat 30), Salak Bangkalan (peringkat 31), Salak Condet (peringkat 32), dan Salak Sidimpuan (peringkat 33).
Menyusul komoditas Salak Bali (peringkat 34), Salak Pondoh Gading (peringkat 35), Salak Pondoh Hitam (peringkat 36), hingga Salak Pondoh Super (peringkat 37).
Melalui hasil pemeringkatan tersebut, tentunya bisa membuat kekayaan buah tropis asal Indonesia kian dikenal luas, sekaligus memberi kesempatan untuk memperkuat daya tarik produk hortikultura Bumi Nusantara baik di tingkat lokal hingga interlokal.

