• 30 October 2026

Kurangi Ketergantungan Tambang, Malut Dorong Hilirisasi Kelapa-Perikanan

uploads/news/2026/10/kurangi-ketergantungan-tambang-malut-161397b3b68c19c.jpeg

Jagad Tani - Pengembangan hilirisasi kelapa, penguatan sektor perikanan, dan komoditas pangan di Provinsi Maluku Utara didorong untuk mengurangi ketergantungan pada industri pertambangan.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, pada kegiatan North Maluku’s Investment Business Forum 2026, Kamis (29/10) mengatakan pengembangan sektor potensial di luar pertambangan perlu dipercepat agar struktur ekonomi daerah semakin beragam dan berkelanjutan.

Baca juga: Lima Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Bernilai Ekonomi

Menurutnya, hilirisasi kelapa jadi salah satu sektor yang berpeluang dikembangkan, seiring dengan potensi besar komoditas perkebunan di Maluku Utara. Selain itu hilirisasi perikanan dan pengembangan komoditas pangan jadi upaya perluasan sumber pertumbuhan ekonomi.

“Kita berharap tiga sampai empat tahun ke depan, kita tidak tergantung pada hilirisasi nikel atau tambang, tetapi sudah bergeser ke hilirisasi kelapa. Kita juga berharap ada percepatan di sektor perikanan dan komoditas pangan,” ungkapnya.

Sarbin melanjutkan, pihaknya membuka peluang investasi untuk mendukung pengembangan sektor-sektor tersebut. Salah satunya melalui rencana pengembangan usaha perkebunan dan penguatan pangan di Kabupaten Halmahera Tengah, serta telah menyiapkan lahan sekitar 80 hektare.

Di sektor pariwisata, Sarbin menegaskan Maluku Utara memiliki potensi destinasi yang menjanjikan, termasuk Pulau Morotai dan Kepulauan Guraici. Namun, potensi tersebut perlu didukung akses transportasi yang memadai agar lebih mudah dijangkau oleh wisatawan.

Pengembangan pariwisata, lanjutnya, tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga membutuhkan konektivitas yang memungkinkan masyarakat dan wisatawan mencapai destinasi dengan cepat, aman, nyaman, dan terjangkau. Termasuk pengadaan  fasilitas transportasi udara, seperti bandar udara di sejumlah wilayah, untuk memperkuat akses menuju destinasi wisata di Maluku Utara.

“Konektivitas menjadi jawaban terhadap pengembangan pariwisata. Bagaimana orang menuju tempat pariwisata itu dengan cepat, aman, nyaman, dan murah,” tukasnya.

Melalui penguatan investasi di sektor kelapa, perikanan, komoditas pangan, dan pariwisata, diharapkan potensi ekonomi daerah dapat dikembangkan secara lebih optimal, serta mampu memperluas sumber pertumbuhan ekonomi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Related News