• 1 November 2026

Bobby Nasution Terima Keluhan Petani Sumatra Utara

uploads/news/2026/11/bobby-nasution-terima-keluhan-6764275232b7618.jpg

Jagad Tani - Sejumlah persoalan, mulai dari harga pupuk bersubsidi, keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan), kebutuhan alat pengering gabah hingga perbaikan bendungan induk para petani, tengah terjadi di Sumatera Utara (Sumut). 

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tetehosi Zega, Harozeki Zega, menilai ada banyak persoalan yang dihadapi oleh para petani di Sumut, misalnya di Kota Gunungsitoli soal tingginya harga pupuk subsidi di tingkat pengecer.

Baca juga: Indonesia Berpotensi Kembangkan Garam Premium Bernilai Tinggi

Bukan cuma itu, sebab ada juga faktor lain seperti keterbatasan traktor dan mesin perontok padi (power thresher), kebutuhan alat pengering (dryer), dan perbaikan bendungan induk Sungai Afulu yang dibangun sejak tahun 1980-an.

Menanggapi keluhan mengenai harga pupuk yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong langkah penyelesaian secara permanen.

Disarankan pula agar Wali Kota Gunungsitoli memanggil para distributor bersama Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk membahas kesepakatan batas atas harga eceran yang mempertimbangkan biaya distribusi antarwilayah.

"Kita ingin solusi yang permanen dan adil bagi semua pihak. Pembangunan irigasi ini adalah langkah awal, dan kita akan terus dampingi agar hasil panen petani terus meningkat," tegas Bobby, Kamis (29/10).

Dalam merespons permohonan bantuan alsintan dan alat pengering gabah, Dinas Pertanian Provinsi Sumut diinstruksikan untuk memetakan kebutuhan riil petani agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, sesuai kebutuhan, dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani.

"Saya minta Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara untuk menghitung kebutuhan alat berdasarkan luas lahan efektif persawahan sebesar 254 hektar, dan pada Bapak Walikota untuk segera menyusun Detail Engineering Design (DED) dan pengajuan teknis agar Pemprov Sumut dapat mengalokasikan anggaran pada tahun mendatang," jelasnya.

Selain dukungan pupuk dan alsintan, aspirasi petani juga mencakup peningkatan jalannya Afulu. Berbagai kebutuhan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti  koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota sesuai kewenangan masing-masing.

Adapun Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli menyambut positif kehadiran Gubernur Sumut di tengah-tengah petani. Ia menegaskan komitmen Pemko Gunungsitoli melalui penyuluh pertanian untuk terus mendampingi petani dalam mengoptimalkan lahan baku persawahan seluas 254 hektar di kawasan Afia

Related News