Sasar Pedagang Ikan Asin di Takisung, Pengawasan Hasil Perikanan Diperkuat
Jagad Tani - Pengawasan keamanan dan mutu pangan hasil perikanan yang beredar di pasaran, jadi upaya perlindungan konsumen, salah satunya lewat kegiatan Pengawasan Terpadu Keamanan Pangan Hasil Perikanan di kawasan Pantai Takisung, hingga Pelaihari, Kalimantan Selatan.
Adapun kegiatan yang menyasar para pedagang ikan asin serta pelaku usaha pengolahan ikan kering di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, menjadi bagian dari upaya memastikan produk perikanan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar keamanan pangan.
Baca juga: Indonesia Berpotensi Kembangkan Garam Premium Bernilai Tinggi
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, pengawasan keamanan pangan hasil perikanan merupakan hal penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Hal ini dikarenakan kualitas dan keamanan produk perikanan tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga terhadap kepercayaan konsumen dan daya saing produk perikanan daerah.
“Produk hasil perikanan yang beredar di masyarakat harus terjamin keamanan dan mutunya. Karena itu, pengawasan perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi terkait,” ujar Rusdi dalam keterangan pers di Banjarbaru, Selasa (3/11).
Upaya tersebut, lanjut Rusdi, sekaligus memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya proses pengolahan yang higienis dan sesuai ketentuan.
Pengawasan ini melibatkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru, Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanah Laut, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan berdialog langsung dengan para pedagang serta pengolah ikan asin, untuk menggali informasi mengenai proses produksi, penggunaan bahan tambahan, penanganan bahan baku, hingga penerapan prinsip keamanan pangan selama proses pengolahan.
Selain pemeriksaan dan edukasi, pengambilan sampel ikan asin dari sejumlah pedagang dan pelaku usaha pengolahan juga dilakukan untuk pengujian di laboratorium mengetahui kondisi keamanan produk serta memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.
Dilanjutkan Rusdi, pendekatan pengawasan tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan produk, tapi juga mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha agar semakin memahami tanggung jawab dalam menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi.
“Kami ingin pengawasan ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pelaku usaha. Mereka perlu memahami bahwa menjaga kebersihan, kualitas bahan baku, serta proses pengolahan yang benar merupakan bagian penting dalam menghasilkan produk perikanan yang aman dan berkualitas,” terangnya.
Sinergi lintas sektor dinilai jadi kunci memperkuat sistem pengawasan pangan hasil perikanan. Dengan keterlibatan berbagai instansi dalam pengawasan, diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau berbagai produk perikanan yang dipasarkan kepada masyarakat.
Dengan demikian, produk ikan asin dan olahan hasil perikanan dari Kalimantan Selatan tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan mampu mendukung usaha masyarakat pesisir, tetapi juga terjamin keamanan serta mutunya untuk dikonsumsi masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah melindungi konsumen sekaligus mendorong pelaku usaha perikanan agar terus meningkatkan kualitas produknya. Dengan produk yang aman dan bermutu, kepercayaan masyarakat terhadap hasil perikanan daerah juga akan semakin kuat,” tukasnya.

