• 31 January 2023

Belajar Setia dari Rangkong Gading

uploads/news/2020/11/belajar-setia-dari-rangkong-558401414fe43b0.jpg

Mayoritas burung rangkong gading itu hidup berpasangan. Ketika memiliki satu pasangan dan jika tiba-tiba nanti pasangannya mati, dia akan menyendiri dan tidak mencari lagi.

BOGOR - Jika Sahabat Tani ingin belajar mengenai kesetiaan kepada pasangan, belajarlah kepada burung rangkong gading (Rhinoplax vigil).

Burung yang juga disebut enggang gading ini, dikenal sebagai burung yang setia kepada pasangannya selama hidupnya.

Selain memiliki bentuk dan warna yang indah, rangkong gading juga mempunyai perilaku unik, karena sifatnya yang setia atau disebut dengan monogami.

Baca juga: Mengenal Sang Petani Hutan Sejati

Kesetiaannya ditunjukkan ketika sang betina sedang bersarang.

Mayoritas burung rangkong gading itu hidup berpasangan. Ketika memiliki satu pasangan dan jika tiba-tiba nanti pasangannya mati, dia akan menyendiri dan tidak mencari lagi. Yang jelas, kenapa rangkong gading itu disebut hewan yang setia, karena ketika sedang bersarang, dipohonnya hanya disisakan lubang kecil untuk paruh sang jantan agar bisa memberi makan kepada betina dan anaknya,” kata pakar ekologi, sekaligus pendiri Rangkong Indonesia, Yoki Hadiprakarsa, kepada Jagadtani.id, belum lama ini.

Menurutnya, proses bersarang berlangsung selama kurang lebih enam bulan, dan selama itu sang jantan terus mencari makanan untuk betina dan anaknya.

Jika sang jantan mati, otomatis sang betina dan anaknya akan mati.

Jadi mereka hidupnya tergantung sama yang jantan. Kalau yang jantan mati, ya sudah bisa dipastikan yang di sarang akan mati. Menurut penelitian, burung itu ketika bersarang, bulu utamanya akan rontok. Jadi, kalau pohonnya ditebang ya tetap akan mati,” kata pria yang akrab disapa Yokyok itu di kantornya yang ada di Jalan Sempur No. 35, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat

Selama bersarang, bulu sang betina yang rontok, nantinya akan berfungsi sebagai alas sekaligus menjaga kehangatan telur.

Baca juga: Jalak Bali Bangkit Kembali

Kondisi ini menjadikan sang betina tidak dapat terbang, sampai sang anak siap keluar sarang.

Burung rangkong yang lainnya itu butuh sekitar sebulan bersarang untuk berkembang biak dan menghasilkan dua anak. Tapi kalau untuk rangkong gading, butuh hampir enam bulan dan hanya bisa menghasilkan satu anak saja, karena terhambat dengan habitat yang harus besar dan nyaman,” tutupnya.

Related News