• 27 May 2022

Senyum Petani Jagung di Awal Tahun

SHARE SOSMED

Pada momentum menjelang Tahun Baru akan banyak pembeli yang datang ke kebun bahkan sudah dipesan sebelum panen tiba

Tahun baru rupanya menjadi hari yang dinanti oleh petani, salah satunya petani jagung. Sebab, tanaman pangan bernama ilmiah Zea mays ini diburu sebagian besar orang untuk dinikmati sebagai camilan jagung bakar saat malam pergantian tahun.

Menjelang Tahun Baru 2022, petani jagung juga cukup tersenyum setelah harga jual jagung di tingkat petani merangkak naik. Hal itu seperti dirasakan Prasetyo Aji, petani jagung di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Pada masa tanam kali ini, Aji menuturkan ia sengaja memilih menanam jagung untuk target pemasaran Tahun Baru 2022. Ia juga saat ini telah memetik hasil dari jagung yang ditanamnya tiga bulan lalu. "Iya, kita bilang ini panen perdana. Untuk harganya cukup bagus yah. Dari petani Rp 3000 (per kilogram)," ujar Aji disela memanen jagung.

Baca juga: Langkah Awal Menjadi Petani Milenial

Di kebun seluas 1.200 meter persegi, Aji menanam jagung manis varietas hibrida. Dari luasan lahan tersebut terdapat 5.250 tanaman jagung yang masing-masing memiliki jarak tanam 30 sentimeter antar tanaman. Aji mengatakan, produktivitas jagung saat panen perdana ini baru mencapai 40 persen. Jagung yang dipetik khusus ukuran panjang 25 sentimeter dengan rata-rata dua buah per kilogramnya.

"Jadi ini tidak panen semua karena tidak seragam (tumbuhnya). Jadi baru 40 persen yang terambil. Nanti dipanen lagi, setelah buahnya besar lagi," imbuh pria berusia 43 tahun itu.

Aji mengaku hasil panen jagung tidak sulit untuk pemasarannya. Apalagi pada momentum menjelang Tahun Baru akan banyak pembeli yang datang ke kebun bahkan sudah dipesan sebelum panen tiba. Budidaya jagung dari varietas ini, kata Aji, seperti budidaya tanaman pangan lain pada umumnya. Mulai dari mengolah lahan, penanaman benih, perawatan, pemupukan dan juga pencegahan penyakit pada tamanan.

Baca juga: Panen Melimpah di Tengah La Nina

"Nah, setiap seminggu sekali itu saya beri pengendali jamur. Karena kalau musim hujan rentan banget. Kalau terkena jamur daunnya jadi kering," paparnya.

Selain jagung, ia juga menanam 3.000 jahe merah di setiap hamparan bedengan. Kata Aji, tanaman jahe merah tersebut sudah menginjak usia taman 4 bulan dan baru bisa dipetik hasilnya nanti 5 bulan lagi.

"Yang jahe merah lebih dulu ditanamnya, setelah sebulan penanaman baru ditanam benih jagung. Saya anggap dengan tumpang sari ini jadi tidak ada biaya pemupukan," tandasnya.

Baca juga: Jokowi Tanam Bawang di Food Estate

Related News