• 27 May 2022

Rohadi Pembudidaya Ikan Lele Asal Bekasi

SHARE SOSMED

“Jual ikan hias cukup sulit, jadi mending beralih ke budidaya ikal lele”

 

Rohadi bisa dikatakan tertarik untuk menekuni budidaya ikan lele karena turunan dari sang orang tua. Namun jangan salah, Rohadi yang menjabat ketua kelompok Pembudidaya ikan kecil (Pokdakan) Mina Jaya - Bekasi mengawali dengan berternak ikan hias. Tetapi permintaan ikan hias cukup rendah yang membuatnya beralih ke ternak ikan hias.

Untuk ikan hias yang sempat ditekuni oleh Rohadi seperti jenis rainbow mulai dari Rainbow pikok, boesmani, merah dan lainnya. Namun Rohadi merasa penyerapan ikan hias tidak seperti ikan konsumsi. “Ikan hias hanya disukai oleh penghobi saja tetapi berbeda dengan ikan konsumsi yang banyak dibutuhkan. Intinya selama orang masih makan ikan, jangan khawatir ikan tidak laku terjual.”

Baca juga: Mengenal Karakter Kunci Keberhasilan Berternak

Hingga saat ini, Rohadi telah melakoni sebagai pertenak ikan lele selama 10 tahun. Untuk ikan lele sendiri, Rohadi mengawali menjadi peternak ikan yang mengkhususkan dalam pembesaran. Tetapi kini lebih fokus pada pembibitan atau pembudidaya yang markas di daerah kelurahan Pengasinan, Kec Rawalumbu – Bekasi.

“Awalnya pembesaran, tetapi karena mengandalkan bibit dari teman yang cukup lama datangnya sehingga berupaya menyediakan bibit sendiri. Sekarang jadi fokus ke pembibitan karena membutuhkan perhatian khusus. Kalau harus terbagi pembibitan dan pembesaran pasti akan merepotkan.”

Dengan mengandalkan indukan dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi dan Subang, Rohadi menargetkan akan selalu melakukan panen setiap 1,5 bulan. Pemilihan indukan yang berasal dari dua Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) bertujuan untuk menghindari ‘inbreeding’. “Bukannya saya tidak yakin tentang indukan yang diperoleh berbeda gen, tetapi ini langkah kami agar memastikan tidak terjadi inbreeding. Jadi tidak ada resiko akibat hasil perkawinan satu gen. ”

Dari dua BBPBAT, Rohadi memiliki indukan ikan lele dari jenis Sangkuriang dan Mutiara. Kedua jenis lele ini memiliki keuntungan dari daya tahan hingga ukuran tubuh yang lebih proposional. Jenis Sangkuriang masih dianggap lebih baik dengan ukuran tubuh dan daya tahan tubuh.

Pada dasarnya ada tiga cara untuk proses perkawinan ikan lele, mulai dari metode alami (penjodohan antara betina dan jantan), semi alami yang hampir sama namun dibantu dengan suntikan dan cara striping (pemijatan indukan betina). Dari tiga metode tersebut, Rohadi lebih memilih menggunakan cara yang terakhir.

“Dengan metode striping, maka hasilnya dapat lebih maksimal. Caranya dengan mengurut perut indukan betina agar dapat mengeluarkan telur, sementara sperma dari indukan jantan harus melalui pembelahan perutnya. Sperma ikan lele jantan akan dicampur HCL dan kemudian dipertemukan dengan telur.”

Khusus untuk mendapatkan indukan ikan lele, Rohadi selalu mengajak rekan-rekan dari kelompok Pembudidaya ikan kecil (Pokdakan) Mina Jaya membeli secara bersama-sama. Tujuannya untuk dapat menghemat biaya transportasi karena harus ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar di Sukabumi dan Subang.

Baca Juga : Tri-BF Bersabar Kunci Kesuksesan Ternak Murai

Seluruh ikan lele ternakannya ditampung dalam kolam sebanyak 20 buah, 10 aquarium untuk pembibitan dan kolam berbahan fiber 10 buah. “Ada beberapa kolam yang sedang tidak digunakan, rencananya saya ingin melakukan perubahan untuk meningkatkan hasil panen.”

Dengan berkonsentrasi sebagai pembudidaya bibit ikan lele, Rohadi harus meluangkan waktu cukup banyak karena harus menjaga siklus air hingga pakan. Untuk pakan, Rohadi mengalami nasib serupa dengan cukup sulitnya mencari cacing sutra alami. Namun yang pasti Rohadi selalu siap menyediakan bibit ikan lele bagi para peternak ikan.

Related News