• 18 July 2024

Potensi Perikanan Indonesia Jadi Komoditas Ketahanan Pangan

uploads/news/2024/06/potensi-perikanan-indonesia-jadi-61621a796b4d404.jpg

"Sebagai negara bahari, tentu sektor perikanan menjadi komoditas unggulan yang dapat diandalkan. Begitu pula dengan perikanan air tawar yang juga memiliki potensi besar sebagai bentuk ketahanan pangan."

Jagadtani - Perikanan di Indonesia dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis yang meliputi praproduksi, produksi pengolahan dan pemasaran, dengan tujuan utama untuk menyediakan pangan untuk manusia. Perikanan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti perikanan air tawar, perikanan air laut, dan perikanan air payau. Sektor perikanan merupakan salah satu sumber untuk meningkatkan ketersediaan pangan di Indonesia.

Dilansir Kementerian Kelautan dan Perikanan “Budidaya perikanan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produksi sekaligus menjaga kelestarian stok ikan di alam”. Menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia memiliki potensi budidaya perikanan yang besar dengan produksi perikanan budi daya menurut komoditas utama tahun 2023 sebesar 16.967.518 ton, hal itu akan berdampak bagi target lapangan pekerjaan tahun 2024 sekitar 1.203.171 lapangan pekerjaan. 

Dengan menyediakan infrastruktur untuk budi daya tahun di tahun 2024 sekitar 1.705.523 Ha diharapkan Indonesia mampu mencapai target ekspor perikanan di tahun 2024 sebesar 8 Milyar USD, yang nantinya akan berdampak pada ekonomi sirkular Indonesia di bidang perikanan sekitar 71 Triliun Rupiah.

Untuk dapat mewujudkan hal itu Kementerian Kelautan dan Perikanan berusaha meningkatkan produksi perikanan budi daya di 5 komoditas unggulan, salah satunya dengan membangun modelling berbasis kawasan. Seperti tambak budidaya udang berbasis kawasan di Kebumen dengan luas tambak 100 Ha yang menghasilkan produksi udang 2.762 ton/tahun dapat memberikan nilai produksi sampai dengan 95.42 Milyar Rupiah. 

Modeling budi daya rumput laut di Wakatobi dengan luas tambak 45 Ha yang menghasilkan 150 ton/ha/tahun dapat memberikan keuntungan nilai produksi sampai dengan 14.4 Milyar Rupiah. Modelling budi daya ikan nila salin di Karawang dengan luas tambak 80 Ha yang menghasilkan 7.020 ton/siklus dapat memberikan keuntungan nilai produksi sampai dengan 210.6 Milyar Rupiah. 

Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga membangun kampung budi daya perikanan. Pembangunan modeling dan kampung budi daya perikanan didasari dengan ilmu dan penggunaan teknologi terkini. Pembangunan itu dilakukan untuk merivitalisasi tambak tradisional menjadi tambak modeling yang modern sehingga dapat menjaga kualitas produksi.

Menjamin mutu dan kualitas budidaya dapat diterapkan dengan beberapa sertifikasi seperti cara budi daya ikan yang baik (CBIB), cara pembenihan ikan yang baik (CPIB), cara pembuatan pakan ikan yang baik (CPPIB), dan cara pembuatan obat ikan yang baik (CPOIB) untuk memastikan standard dalam pengelolaan budidaya. 

Mendorong hasil budi daya perikanan untuk memaksimalkan potensi perikanan di Indonesia, tidak hanya itu Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mendorong pengolahan hasil produksi perikanan dalam negeri untuk meningkatkan kualitas hasil produksi budi daya perikanan agar dapat bersaing di pasar global dan meningkatkan nilai ekspor budi daya perikanan Indonesia.

 

 

 

Sumber:

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI 

https://youtu.be/cCA9IVpfI_w?si=-6p6UOc_z09nKXsb

Related News