Peluang Usaha Peternakan Ayam Petelur Dinilai Potensial
Jagadtani - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Janti, Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan melalui pengembangan usaha ternak ayam petelur.
Usaha yang dikelola secara intensif itu kini mampu menghasilkan ribuan butir telur dan menjadi pemasok utama kebutuhan telur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Baca juga: Musim Hujan Picu Fluktuasi Harga Cabai
Pengurus yang sekaligus konsultan BUMDes Jaya Janti, Agung Raharjo menjelaskan peternakan ayam petelur dipilih karena memiliki potensi pasar yang luas dan permintaan telur yang stabil.
Saat ini, produksi telur disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program MBG.
"Saat ini memelihara ayam petelur sekitar 2.400 ekor dengan rata-rata produksi telur sekitar 700 kilogram per hari. Hasilnya masuk ke MBG dan pasar-pasar lokal," ujar Agung, Rabu (17/12).
"Kita sebagai peternak ayam sangat terbantu dengan program pemerintah berupa MBG. Jadi untuk meningkatkan harga dan menjaga kestabilan harga. Harga telur saat ini Rp 26.000 perkilogram," sambungnya.
Agung mengaku sempat kewalahan memenuhi kebutuhan telur untuk program MBG. Sebagai antisipasi, pihaknya menggandeng kerjasama dengan peternak lokal.
"Per-Minggu itu setiap SPPG membutuhkan 500 kilogram telur. Total ada 11 SPPG yang kita layani, antara lain di Polanharjo, Tulung, Karanganom, Delanggu, hingga Boyolali," ujarnya.
Agung berharap usaha ini terus berkembang dengan penambahan populasi ayam dan peningkatan sarana kandang. (Epr/Riz/Pan)

