• 27 January 2026

Petani Muda Dibutuhkan untuk Hadapi Krisis Regenerasi

uploads/news/2026/01/petani-muda-dibutuhkan-untuk-133067ea366372b.jpeg

Jagad Tani - Jika melihat kondisi demografi petani Indonesia saat ini, mayoritasnya diisi oleh petani berusia lanjut, sehingga berpotensi mengancam produktivitas hasil pertanian di masa depan. Keterlibatan generasi muda dalam regenerasi petani dinilai krusial untuk diselesaikan.

Pasalnya, peran anak-anak muda di sektor ini tentu akan mendorong pembaruan cara bertani yang lebih terbuka, modern dan berkelanjutan. Regenerasi juga diharapkan mampu meningkatkan citra pertanian dari sektor tradisional menjadi sektor modern yang efektif dan menjadi daya tarik bagi generasi milenial dan Gen Z untuk menekuni bisnis pertanian.

Baca juga: Hutan Penelitian Dramaga Warisan Riset Kehutanan Indonesia

“Regenerasi petani ini penting karena kita aging, petani-petani kita banyak yang bukan dari kalangan milenial,” ujar Asisten Deputi Cadangan dan Bantuan Pangan Kementerian Koordinator Pangan (Kemenko Pangan), Sugeng Harmono, Rabu (21/01). 

Berdasarkan data Survei Pertanian dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023, jumlah petani muda yang berusia di kisaran 19–39 tahun ialah sebanyak 6.183.009 orang atau 21,93% dari total petani di Indonesia yang berjumlah sebanyak 28.192.693 orang.

“Data kita sekitar 46 sampai 50% petani yang berusaha di sektor pertanian usianya di atas 46 tahun. Karena itu petani milenial memang kita butuhkan,” sambungnya.

Menurutnya, pihak Kementerian Pertanian, melalui Balai Sumber Daya Manusia Pertanian, telah menginisiasi berbagai kegiatan untuk mengajak anak muda terjun langsung ke dunia pertanian. Sehingga bisa meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan, serta penguatan sektor pangan, air, dan energi.

Bahkan upaya regenerasi petani juga diperkuat melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda di sektor pertanian, termasuk subsektor hortikultura, dengan mendorong sinergi dan peningkatan kapasitas melalui koordinasi serta studi banding.

“Program YESS bertujuan memperbanyak petani milenial dan meningkatkan kapasitas serta kompetensi mereka,” papar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan, Idha Widi Arsanti.

Related News