Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Diimbau Berjualan Kembali
Jagad Tani - Pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap agar pedagang daging sapi di wilayah Jabodetabek yang melakukan aksi mogok jualan dapat kembali berjualan mulai besok, Jumat, (23 /01).
“Harapan kita begitu (bisa mulai jualan lagi),” ungkap Iqbal Shoffan Shofwan selaku Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Kamis (22/01).
Baca Juga: Sejumlah Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Berjualan
Aksi mogok jualan para pedagang daging se-Jabodetabek merupakan sebuah sikap protes dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) yang rencananya akan berlangsung pada 22–24 Januari 2026.
Sebelumnya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) juga telah memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha daging sapi, termasuk Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) dan APDI, untuk membahas solusi terkait permasalahan harga.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Iqbal, telah dicapai kesepakatan mengenai harga sapi hidup dan daging beku (frozen meat) yang dianggap sesuai dengan harapan para pedagang. Namun memang dinamika harga daging sapi juga dipengaruhi oleh faktor impor serta pergerakan nilai tukar rupiah.
Amran menerangkan pedagang daging sapi melaporkan harga timbang sapi hidup di feedloter (penggemukan) mahal. Namun dari pengakuan para pengusaha feedlot, Amran menyebut mereka menjual harga timbang sapi hidup masih di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).
Amran telah memerintahkan Satgas Pangan untuk menyisir seluruh rantai pasok, mulai dari perusahaan penggemukan (feedloter) maupun distributor. Ia tidak ingin kejadian kelangkaan Minyakita terulang kembali di komoditas daging sapi.
"Satgas, kami sudah minta, langsung turun cek dan pasti ketemu nanti, siapa sebenarnya yang bermain-main. Kan tadi datang orangnya (foodloter), kami cek masih di bawah HPP. (Dijual di feedlot) Rp 55.000, HPP-nya Rp 56.000, masih Rp 55.000," ujar Amran saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (22/01).
Baca juga: Burung Blackthroat Afrika Kian Diminati Pasar Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, turut menurunkan Satgas Pangan untuk menelusuri penyebab lonjakan harga daging sapi mulai dari perusahaan penggemukan (feedlot) hingga distributor, yang membuat pedagang mogok jualan selama tiga hari.
"Satgas, kami sudah minta, langsung turun cek dan pasti ketemu nanti, siapa sebenarnya yang bermain-main. Kan tadi datang orangnya (foodloter), kami cek masih di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP). (Dijual di feedlot) Rp 55.000, HPP-nya Rp 56.000, masih Rp 55.000," ujar Amran, di Jakarta Selatan, Kamis (22/01).

